Penertiban Bangli Tambang Boyo Diduga Tebang Pilih

Potretkota.com – Pembongkaran lahan rumah dibibir sungai Tambang Boyo, dan bedak para pedagang Pasar Tumpah Indrakila, Pacar Keling Surabaya, di komando langsung oleh Kepala Camat Tambak Sari, Surabaya. Alasan dibongkar, pedagang dinilai Melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2014 tentang Bangunan Liar (Bangli).

“Kita tertibkan bangli dibibir sungai. Banyaknya 35 KK yang kita tertibkan, hanya ada 16 KK Surabaya, yang sudah kami alokasikan ke Rumah Susun Sememi Surabaya,” terang Ridwan Kepala Kecamatan Tambak Sari Surabaya, pada Potretkota.com, Jum’at (21/4/2017).

Selain bangli yang ditertibkan, bedak pasar para pedagang juga tak luput jadi sasaran. Sehingga para pedagang terancam tidak bisa menggais rezeki di tempat tersebut. “Kita tertibkan juga para pedagang yang berjualan di jalan raya, dan rencananya jalan tersebut akan di aktifkan kembali. Untuk para pedagang pasar juga sudah kami sediakan stand di Pasar Keling itu ada 10 stand dan Pasar Gubeng masjid ada 200 stand yang masih kosong,” jelasnya.

Mereka terlihat bingung ketika bedak-bedaknya di tertibkan oleh petugas gabungan diantaranya Satpol PP, Linmas, Koramil dan Polsek setempat. “Sebelumnya saya dan beberapa teman, mendatangi kantor kecamatan, untuk musyawarah ke pak Camat, tapi pak Camat Tidur pada jam kerja, kemarin tanggal 20, jam 15.00 wib, itu yang disampaikan oleh Ajudannya yang didepan pintu,” aku Supri.

Pria yang sudah tinggal selama 25 tahun ini kecewa dengan pembongkaran yang dianggap paksa. “Tujuan saya disana, untuk membongkar rumah saya sendiri, kan seperti kayu atap rumahkan masih bisa dijual pak, saya minta waktu sehari saja, tapi gak dikasih, agar jangan dibongkar dulu,” tambah Supri.

Selain Supri warga setempat, ada salah satu warga, wanita setengah baya juga protes bahwa penertiban ini tebang pilih. “Seharusnya sekolahan TK sana dan sebelah-sebelahnya juga di tertibkan, gak sini aja yang ditertibkan,” protes wanita setengah baya yang enggan menyebutkan namanya. (SA)

Share This :
Facebook Twitter Google Plus WhatsApp

Related posts