Penjual Kemasan Minyak Goreng Curah Untung Rp 300 Perliter

Potretkota.com – Dianggap tidak memiliki izin lengkap, UD Usman Jaya di kawasan Kutisari Selatan Gang 2, yang menjual minyak olahan digrebek Unit Pidek Polrestabes Surabaya, Rabu (10/5/2017).

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Bayu Indra Wiguno pada potretkota.com menyebut, pemilik usaha tidak memiliki izin lengkap. “Tidak hanya tempat, tapi juga barangnya harus ada uji tertentu. Kalau menurut kami ini belum layak jual,” sebutnya.

Dalam melakukan penangkapan dan penggerebekan, polisi belum menentukan tersangka. “Saat ini masih pemeriksaan terhadap pemilik usaha US (Usman),” kata Bayu.

Barang bukti yang disita yakni, 2100 minyak goreng sawit merek Mubarok ukuran 5 liter, 1 unit truk box hino L 9239 K beserta STNK, 2 lembar surat jalan.

Akibat perbuatannya, US saat ini dijerat dengan Pasal 120 ayat (1) Jo Pasal 53 ayat (1) huruf b UU No 3 Tahun 3014 tentang Perindustrian atau Pasal 104 Jo Pasal 24 ayat (1) UU No 18 Tahun 2012 tentang Perdagangan dan atau Pasal 135 Jo Pasal 71 ayat (2) UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Sukoadi (45) anak Usman pemilik usaha mengaku sudah mengantongi izin dari Disperindag, juga merek dagang. Hanya saja, dirinya mengaku belum mendapatkan izin dari pihak BPOM. “Saya sudah mengajukan izin sejak lama, 1998. Tapi belum juga keluar,” jelasnya.

Sukoadi mengaku, membeli minyak curah kemudian dikemas dijual ke luar pulau. “Saya beli minyak goreng dari Filma, Mitra Surya. Terus ditaruh tandon, diolah hingga jernih lalu dikemas. Minyak kemasan 5 liter kemudian saya jual ke luar pulau, salah satunya Nabire Papua,” akunya, setiap liter untung Rp 300. (WP)

Share This :
Facebook Twitter Google Plus WhatsApp

Related posts