Jebol Plakat Aset Pemkot Surabaya, Ahli Waris tak Takut Dihukum

Potretkota.com – Merasa tidak digubris oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Haji Munawar sebelumnya dapat kuasa dari Alm. Badrul Munir ahli waris pemilik tanah di area Kelurahan Tambak Wedi Tengah Kecamatan Kenjeran, dan sekitarnya, bersama puluhan massa melakukan pembongkaran paksa 30 plakat “Tanah Aset Pemkot Surabaya”.

Menurut Munawar, penempatan plakat atau papan nama “Tanah Aset Pemkot Surabaya” tidak sesuai data yang dimilikinya. “Pemkot itu hanya mengaku-ngaku saja. Tidak bisa menunjukan surat-surat (tanah) aslinya. Buktinya selama ini, surat yang kita ajukan sampai detik ini masih belum ada tanggapannya,” katanya didampingi Haji Sahlan, tokoh masyarakat Jalan Kunti Surabaya, Minggu (28/5/2017) Siang.

Pantauan Potretkota.com, lantaran dihadiri jajaran muspida setempat, pembokaran Plakat milik Pemkot Surabaya berlangsung aman.

Sehari setelah pembongkaran, ahli waris mendapat surat teguran dari Pemkot Surabaya. Surat No 593/3011/436.7.11/2017 ditujukan kepada Munawar Zailani (Badrul Munir, red). Dalam isi surat yang ditanda tangani MT Ekawati Rahayu SH, MH, pihak Pemkot Surabaya meminta agar pihak ahli waris mengembalikan papan nama aset Pemkot Surabaya. Jika dalam waktu 1×24 jam surat tidak diindahkan, pihak Pemkot Surabaya mengancam akan menempuh jalur hukum.

Menanggapi hal tersebut, Munawar mengaku tidak gentar. “Siap menghadapi bila Pemkot Surabaya akan melaporkan soal pembongkaran,” tegasnya siap berlanjut hingga meja hijau, Senin (29/7/2017).

Untuk diketahui, polemik ini terjadi ketika lahan didaerah Tambak Wedi Tengah Surabaya yang diklaim milik ahli waris Badrul Munir ditempati warga. Munawar sebagai kuasa mengaku heran, tanah milik orang tuanya sudah dipasang 30 papan nama bertuliskan “Tanah Aset Pemkot Surabaya”. (SA) (SA)

Share This :
Facebook Twitter Google Plus WhatsApp

Related posts