5 Bulan Kasus Jasmas 2016 Masih Penyelidikan

5 Bulan Kasus Jasmas 2016 Masih Penyelidikan

Potretkota.com - Sejak turun Surat Nomor Print-01/0.5.42/Fd.1/02/2018 tanggal 8 Februari 2018 lalu, yang telah ditanda tangani Kajari Tanjung Perak Surabaya, Rachmad Supriady, SH, MH, untuk penydikan dugaan korupsi Belanja Hibah Jaringan Asprirasi Masyarakat (Jasmas) anggaran tahun 2016, bernilai puluhan miliar rupiah, hingga saat belum juga ada kejelasan.

Kasi Intelijen Kejari Tanjung Perak Surabaya, Lingga Nuarie saat ditanya perkembangan kasus dugaan korupsi Jasmas 2016, tidak dapat ditemui dikantornya. Namun, melalui no teleponya, ia mengaku masih melakukan penyelidikan. “Masih penyelidikan,” akunya singkat, Senin (9/7/2018).

BACA JUGA: Jasmas 2016 Diduga Dikendalikan Calo

Pemeriksaan yang dilakukan pihak tim Pidsus Kejari Tanjung Perak Surabaya terkesan kurang cekatan. Lantaran, dugaan penyelewengan Jasmas 2016 ini sudah diketahui dan dijelaskan secara detail oleh pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dari referensi BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Surabaya Tahun 2016, No 63.C/LHP/XVIII.SBY/05/2017, tanggal 29 Mei 2017, dijelaskan hibah Jasmas 2016 secara uji petik menunjukkan bahwa dari 620 laporan yang diuji petik, terdapat 213 laporan yang mempunyai isi atau konten yang serupa.

BACA JUGA: Agus Imam Sonhaji Diduga Terlibat Korupsi Jasmas

Bulan April 2018 lalu, pihak Pidsus Kejari Tanjung Perak Surabaya sudah memeriksa atau meminta keterangan sembilan pejabat dari Pemkot Surabaya, salah satunya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Agus Imam Sonhaji, sekarang menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya. (Yon)

Diduga 132 RHU di Surabaya Bermasalah
Tidak Bayar BPJS, CEO PT Philtera Dipenjara