Abaikan Prestasi, Wijanarko Incar Posisi Ketua PBSI

Abaikan Prestasi, Wijanarko Incar Posisi Ketua PBSI

Potretkota.com - Ketua Umum Pengprov (Pengurus Provinsi) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Timur, Oei Wijanarko Adi Mulya memastikan akan maju kembali dalam pemilihan Ketua Umum yang akan digelar dalam Musprov PBSI Jatim, Juli mendantang. Niat tersebut dilontarkan dalam Rakerprov di Prigen, Pasuruan, Minggu 8 April 2018.

"Untuk agenda Musprov PBSI Jatim masih akan digelar Juli 2018 mendatang. Saya juga maju kembali untuk ikut pemilihan ketua. Salah satu alasannya, masih ada mimpi saya yang belum terwujud, salah satu Jawa Timur memiliki GOR Bulutangkis yang respentatif untuk mengelar kejuaraan internasional," kata Oei Wijanarko pada wartawan.

Sementara, dari hasil Rakerprov dihasilkan empat program kerja tinggal beberapa bulan lagi yang akan dilakukan dalam masa kepengurusan PBSI Jatim. Diantaranya, pembuatan platform anggaran kegiatan, kejuaraan pembibitan dengan batasan usia dan peleburan yayasan dengan Pengprov PBSI Jatim.

"Ada beberapa hal yang dihasilkan dalam Rakerda ini. Termasuk nanti akan dilakukan peleburan status yayasan denan Pengprov PBSI agar lebih mudah dan transparan soal anggaran," terang Wijanarko yang sudah menjabat ketua umum PBSI sejak empat tahun lalu ini.

BACA JUGA: Kinerja Ketua PBSI Jatim Dikeluhkan

Atas majunya Wijanarko dalam pemilihan Ketua PBSI Jatim mendatang, pakar olahraga dari kampus Unesa, Heri Setiono mengaku kecewa. Dikarenakan, saat kepengurusan Pengprov PBSI Jatim empat tahun ini, minimnya pembibitan atlet yang berimbas pada prestasi bulutangkis Jatim yang menurun di tingkat nasional.

"Ibaratnya, kalau ingin memetik buah harus menanam dulu. Jadi harus melakukan pembibitan atlet yang bagus terprogram dan massal melibatkan daerah-daerah, lewat Kejurda atau Kejurprov. Dari situ akan muncul juara atau bibit atlet berkualitas yang disiapkan untuk even nasional maupun internasional," terang Heri.

Heri Setiono menilai, dalam pandangannya Jawa Timur selama ini tidak memiliki kualitas pelatih yang bagus. Padahal, pelatih punya peran penting dalam peningkatan prestasi atlet, "Kalau pelatih tidak mumpuni pasti tidak akan lahir atlet yang bagus. Kualitas pelatih ini perlu ditingkatkan, termasuk juga wasit," pungkasnya. (AH)

Tanpa Megawati HUT PDIP ke 45 Meriah
UNBK SMA Hari Pertama Berjalan Lancar