Agus Imam Sonhaji Diduga Terlibat Korupsi Jasmas
Agus Imam Sonhaji (Twitter)

Menyoal Belanja Hibah Tahun 2016

Agus Imam Sonhaji Diduga Terlibat Korupsi Jasmas

Potretkota.com - Baru-baru ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya melakukan penyelidikan dugaan korupsi uang Jaringan Asprirasi Masyarakat (Jasmas) anggaran tahun 2016, bernilai puluhan miliar rupiah.

Menurut data Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Surabaya Tahun 2016, No 63.C/LHP/XVIII.SBY/05/2017, tanggal 29 Mei 2017 yang didapat Potretkota.com, Pemkot Surabaya menganggarkan belanja hibah sebesar Rp 267.632.969.713 dan terealisasi sebesar Rp 216.775.288.405, atau sebesar 80,99 persen.

Dana hibah Rp 139.967.605.127, diberikan pada Pemerintah Kota Surabaya. Lainnya diberikan kepada masyarakat Surabaya, yakni Rp 127.665.364.586 dan terealisasi Rp 78.231.040.605.

Namun, hasil pemeriksaan lebih lanjut atas dokumen laporan pertanggungjawaban, hibah Jasmas 2016 secara uji petik menunjukkan bahwa dari 620 laporan yang diuji petik, terdapat 213 laporan yang mempunyai isi atau konten yang serupa.

Diantaranya, berisi realisasi belanja hibah atas pembelian barang yang berupa terop, kursi plastik, meja plastik, meja besi, sound system lengkap dan lampu dari penyedia yang sama. Sayangnya, kualitas barang yang diterima, misalnya terop dan kursi plastik kondisinya kurang memuaskan, kualitas penyambungan meja besi dan pengecatan terkesan seadanya. Hal tersebut terkesan bertentangan dengan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 25 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemberian Dan Pertanggungjawaban Hibah Dan Bantuan Sosial.

Selain itu, banyak pihak RW ataupun RW belum memberikan Laporan Pertanggungjawaban Kepada Walikota Surabaya sebanyak Rp 1.070.048.200, dan Laporan Pertanggungjawaban Penerima Hibah senilai Rp 12.417.440.800 tidak sesuai ketentuan.

Dikonfirmasi Potretkota.com diruang kerjanya, Kamis (22/3/2018), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Agus Imam Sonhaji berdalih sibuk. Bahkan, dikonfirmasi melalui nomor selularnya, Whatsapp 0821-3969-****, pria kelahiran Kediri tahun 1970 ini memilih tak berkomentar.

Padahal, peran alumni ITS jurusan Mesin tahun 1995 ini sangat penting. Karena, semua proposal Jasmas 2016 diseleksi Bappeko Surabaya. Seleksi proposal ini sudah termasuk kelayakan kriteria dan riwayat calon penerima hibah. Hasil seleksi ini kemudian disampaikan ke 13 SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan kemudian SKPD teknis melakukan survey awal untuk menyeleksi lagi apakah kelompok masyarakat atau RT/RW calon penerima hibah layak untuk diberi hibah. Sedangkan, hasil monitoring dilakukan oleh Sub Bagian Otonomi Daerah Bidang Pemerintahan Pemkot Surabaya.

Perlu diketahui, selain Kejari Tanjung Perak Surabaya, ternyata kasus Jasmas 2016 sudah menjadi perhatian penyidik Tindak Pidana Khusus Kejari Surabaya. Dugaan korupsi Jasmas 2016 sendiri dikoordinir oleh satu orang pengusaha yang berinisial ST, orang dekat anggota DPRD Kota Surabaya, berinisial D. (Tio)

Warga Tambaksari Temukan Uang Rp 49 Juta
Tol KLBM Dipastikan Rampung Akhir Tahun 2018