Arogansi Satpol PP Surabaya Kembali Terjadi
foto dokumen

Arogansi Satpol PP Surabaya Kembali Terjadi

Potretkota.com - Melayani masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya kembali arogan. Bukan hanya arogan, aparat yang digaji dengan pajak uang rakyat ini juga membingungkan.

Hal tersebut dialami Umi warga Donorejo Surabaya. Saat itu dengan membawa kelengkapan surat Kartu Keluarga (KK), ia hendak menjemput Khosim anaknya yang terjaring razia di Taman Mundu Surabaya.

"Saya datang sekitar jam 01.00 Wib (dini hari). Disuruh menunggu sampai jam 03.00 Wib. Alasannya, menunggu komandhan. Tapi sampai jam 03.30 Wib, ternyata saya tidak berhasil menjemput Khosim. Kemudian, oleh Pak Waluyo, saya diruh balik jam 08.00 pagi," kata Umi menggerutu kesal dengan ulah petugas Satpol PP Kota Surabaya.

Hal senada disampaikan Ibu Rois. Menurutnya, ulah petugas Satpol PP Kota Surabaya membingungkan. "Kalau diberitahu sebelumnya enak. Tau gitu enggak balik sini lagi. Sudah sampai sini disuruh balik jam 8 pagi, saya juga berjualan nasi dipasar, suruh balak balik kesini," akunya kesal.

Sementara, Komendan Pleton (Danton) Satpol PP Kota Surabaya Sukrisno Waluyo saat dikonfirmasi kebenarannya malah marah-marah. Alasannya, para terjaring razia merupakan pemuda yang sudah mabuk-mabukan di Taman Mundu Surabaya. "Saya ini Satpol PP. Ini kantor saya. Sampean keluar saja," tegasnya.

Arogansi Sukrisno Waluyo sama sekali tak beralasan, sebab banyak penjual miras baik eceran, bahkan hiburan malam di Surabaya selain tak melengkapi perizinan juga masih menjual miras oplosan.

Perbuatan Satpol PP Surabaya tidak kali ini saja. Dalam catatan Potretkota.com, sejak dipimping Irvan Widyanto, arogansi kerap kali terjadi. Saat melakukan penertiban, pernah disertai pemukulan, pengeroyokan. Bahkan, dalam menegakkan Perda Surabaya baru-baru ini Satpol PP Kota Surabaya nyaris bertarung dengan Ketua DPRD Surabaya. (Am)

Jembatan Bentang Kartini Ambles
PB Suryanaga & PB Wima Bersatu Soroti PBSI Jatim