Asih Ningrum Penjarakan Pacar Karena Khilaf

Asih Ningrum Penjarakan Pacar Karena Khilaf

Potretkota.com - Mochammad Andik (34) warga Jalan Panjang Jiwo Gang 1 Surabaya dipenjarakan oleh pacarnya, Asih Ningrum Wijayanti, warga kos-kosan daerah Waru Sidoarjo.

Dalam persidangan, perempuan yang akrab disapa Yanti ini mengaku khilaf. “Saya bikin laporan khilaf pak,” katanya, kepada Ketua Majelis Hakim Sapruddin, diruang Sari 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (25/9/2018) kemarin.

Ke-khilafan dimaksud korban Yanti lantaran ada salah paham. “Dia mukul tidak sengaja, Saya dipukul pakai tas hingga berdarah. Saya masih cinta dia, dan jangan dihukum tinggi-tingi karena kita mau nikah,” sesalnya.

Mendengar pernyataan korban, Ketua Majelis Hakim Sapruddin pun heran. “Laporan kok khilaf..!! Emang rencana nikah kapan. Kalau dihukum tinggi bagimana?,” tanya hakim pada korban Yanti. “Bulan sebelas mau nikah pak, kalau dihukum tinggi. Lha itu makanya saya bingung," jawab Yanti.

Jawaban Yanti ditimpali oleh Hakim Sapruddin. “Makanya kalau masih cinta jangan laporan,” kata Safrudin, sembari tertawa.

Untuk diketahui, terdakwa Andi awalnya meminjam mobil Yanti. Mobil, secara diam-diam digunakan Andik sebagai taksi online. Tiba-tiba, Yanti menghubungi terdakwa dan memintanya untuk mengembalikan mobil tersebut.

Mengetahui mobilnya dipakai taksi online, terjadilah pertengkaran diantara mereka melalui telepon. Kemudian terdakwa menemui Yanti di tempat kostnya di daerah Waru Sidoarjo, disitulah cekcok mulut terjadi.

Korban pun memutuskan hubungannya dengan terdakwa. Selanjutnya, terdakwa meminta Yanti untuk mengantarnya ke rumah kerabatnya di daerah Bratang Surabaya, sehingga terdakwa dan Yanti pergi. Dan dalam perjalanan mereka kembali bertengkar yang menyebabkan terdakwa marah kemudian memukul korban dengan tas punggung milik terdakwa.

Akibatnya, Volt Meter yang berada didalam tas ransel mengenai kepala korban sehingga luka robek dikepala bagian depan dan mengeluarkan darah, sebagaimana diterangkan dalam Surat Visum et Repertum tanggal 2 Mei 2018 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Islam Surabaya.

Dalam perkara No 2502/Pid.B/2018/PN Sby, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsu J Effendi Banu dari Kejari Surabaya mendakwa terdakwa dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiyaan. (SA)

Kompetisi Bola Voli Piala Kapolres
Error #4