Balai Desa Tambaksari Pasuruan Digeruduk Warga

Berwisata Gunakan Kendaraan Ambulans

Balai Desa Tambaksari Pasuruan Digeruduk Warga

PotretKota.com - Puluhan warga Dusun Tambakwatu, Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi mendatangi kantor Balai Desa, Kamis (20/8/2020) kemarin. Kedatanganya meminta pertanggung jawaban Kepala Desa (Kades) soal portal dan parkir wisata yang tidak jelas jeluntrungnya.

Herisunoto warga Dusun Tambakwatu mengatakan, kinerja Kades sangat disayangkan. Sebab tanpa ada musyawarah, ujug-ujug tempat wisata di Tambaksari di buka. Apalagi tempat wisata itu melintas dijalan Tambakwat. "Harusnya warga setempat diberi tau. Biar dapat menjaga ketertiban para pengunjung di tengah Covid-19," katanya, Jumat (21/8/2020) malam.

Selain itu, warga jua kesal, karena pengelolaan parkir kendaraan pengunjung di haruskan berada di Balai Desa. "Kan kasian pengunjung, lokasi wisatanya masih jauh. Untuk sampai ke wisata harus menempuh kurang lebih 3 kilometer. Anehnya lagi, pengunjung yang mau ke tempat wisata diantar mobil Ambulans yang telah disediakan oleh pihak desa. Kan lucu! Dimana-mana fasilitas mobil Ambulan itu untuk antar orang sakit, bukan sebaliknya," tambah Herisunoto.

Kalau masalah ini dibiarkan, Herisunoto bersama warga mengancam akan menutup akses jalan masuk Tambakwatu yang menuju tempat wisata. "Kalau ini diteruskan, kami akn menutup akses menuju tempat wisata," tegas Herisunoto.

Sementara, warga lain Wulan juga merasa resah atas pelayanan pengelola wisata. Alasannya, untuk menuju ke tempat wisata, parkir kendaraan diminta berhenti di Balai Desa dan bayar karcis Rp 5000 ribu.

"Kartu karcisnya dari karangtaruna. Setelah itu pengunjung disuruh naik kendaraan Ambulans yang telah disediakan desa. Ini kan aneh, masak ke tempat wisata disuruh naik Ambulans. Apalagi bayarnya mahal, untuk ke tempat wisata harus bayar Rp 35000 per orang. Sedangkan kami berjumlah 6 orang, jadi bayarnya Rp 210 ribu. Hal ini tidak seperti biasanya, padahal kami beberapakali ke sini," timpalnya.

Satu hal lagi yang bikin kecewa, disebut Wulan sebelum sampai lokasi wisata sudah diturunkan . "Dan kami harus jalan kaki menuju puncak ke tempat wisata tersebut, apalagi kami bawa anak kecil. Terus terang saya kecewa dengan pelayanan tersebut," tandasnya.

Sementara Camat Purwodadi Wardoyo akan membahas persoalan ini. "Terkait masalah ini, kami akan segera kordinasi bersama Kades setempat," singkatnya. (Mat)

Transportir PT ASA Diduga Buang Limbah Ngawur
Oplosan Limbah B3 Bendotretek Dijual Lagi?