Begini Akibat Bidan Persalinan Terima Pasien Umum

Korban Salah Obat Koma Selama 6 Hari

Begini Akibat Bidan Persalinan Terima Pasien Umum

Potretkota.com - Usai mengkonsumsi obat pemberian Bidan Praktek Mandiri (BPM) khusus Persalinan, Suharijati, A.MD, Keb, salah satu pasiennya Musni warga Tambak Wedi Surabaya tiba-tiba drop dan saat ini dalam perawatan RSUD Dr. Soetomo.

“Waktu Ibu (Musni) kecapekan, dan datang ke Bidan Suharijati. Setelah minum obat beberapa butir, Ibu langsung drop,” kata anaknya Holidi, pada Potretkota.com, Selasa (28/8/2018).

Mengetahui kondisi Ibu Musni dorp, oleh keluarga kemudian dibawa kerumah sakit Al-Irsyad, Ampel Surabaya. “Dokter saat itu menyarankan agar dibawa ke RSUD Dr. Soetomo,” ujar Holidi.

Saat dibawa ke RSUD Dr. Soetomo, Kamis (23/8/2018), Ibu Musni langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk dilakukan pemeriksaan. “Saat ini keadaan Ibu masih koma, dan dirawat diruang Saraf,” aku Holidi.

Menurut Holidi, dikarenakan ini menyangkut nyawa seseorang, pihak keluarga ingin Bidan Praktek Mandiri bertanggung jawab. “Ya, saya dan keluarga menginginkan bidan tersebut agar bertanggung jawab atas kekeliruannya. Kalau bidan saat itu tau bukan pasien persalinan, harusnya disarankan ke puskesmas atau rumah sakit, bukan malah dilayani. Kalau ada kekeliruan begini, berarti kan dia tidak teliti atau paham penyakit apa yang diderita ibu saya,” pungkasnya.

Sementara, salah satu dokter di RSUD Dr. Soetomo menyarankan agar Potretkota.com, mendatangi Bidan Praktek Mandiri. “Coba tanyakan saja, apa dasarnya bidannya kasih obat itu,” paparnya tidak ingin namanya di-online-kan.

Terpisah, Suharijati pemilik Izin Praktek Persalinan No 503.446/0339/SPB/436.6.3/2014 ditemui Potretkota.com membenarkan jika Musni merupakan salah satu pasiennya. Namun, ia tak menyangka jika saat ini warga Tambak Wedi Surabaya masuk RSUD Dr. Soetomo.

“Iya banar, waktu itu dia (Musni) bilangnya sakit dan kecapekan, dan saya kasih obat itu,” aku Suharijati, obat dimaksud obat generik, obat Inflason, obat Glibenclamide, obat Licostan Mefenamic Acid.

Mengetahui pasien mengalami koma, Suharijati mengaku keliru sudah menerima Musni sebagai pasien. “Saya minta maaf, saya memang keliru menerima dia (Musni). Selama 5 tahun, biasanya saya hanya menerima persalinan dan keluarga Berencana (KB) saja,” sesalnya. (SA)

KM Satya Kencana Angkut Ratusan Burung Ilegal
Kantongi Ineks Coyote, Tan Marshal Tandun Direhab