Cabor tak Jelas Terancam Disanksi Koni Jatim
Dudi Harjantoro saat membuka single event cabor tenis meja, Kamis (22/2/2018). Foto: Herlambang JNR Infokom Jatim

Cabor tak Jelas Terancam Disanksi Koni Jatim

Potretkota.com - Pasca berakhirnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2017 di Jabar, KONI Jatim mengalihkan fokus ke PON XX/2020 di Papua. Salah satu langkah awal adalah memulai program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda). Sayangnya, program ini ditengarai ada beberapa cabang olahraga (cabor) programnya tidak jelas atau belum melakukan proses secara efektif.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Jatim, Dudi Harjantoro pada wartawan mengaku, sudah membentuk tim pendampingan cabor dan hasilnya akan dilaporkan ke KONI melalui Bapor Puslatda.

"Kami belum menerima laporan, tapi memang ada beberapa cabor yang sudah memulai puslatda namun tidak memiliki program latihan yang jelas," kata Dudi Harjantoro, Senin (12/3/2018).

Menurut pria yang juga menjabat Kabid Pembinaan dan Prestasi Dispora Jatim menyebut, tidak banyak cabor yang belum melakukan puslatda secara efektif, sekitar 3-4 cabor saja. Bagi cabor yang belum memiliki program latihan yang jelas, KONI Jatim akan mengambil tindakan tegas, yakni tidak akan mem-puslatdakan cabor tersebut.

"Lebih dari itu, KONI Jatim akan memberikan sanksi penundaan uang puslatda, jika cabor-cabor itu tak melakukan puslatda sesuai yang disepakati," terang Dudi.

Dudi juga menegaskan, KONI Jatim tidak mau main-main jika cabor tersebut prestasinya tak menjanjikan, dan tidak akan dikirim ke PON XX /2020 di Papua. "Tim pendampingan puslatda itu untuk memberikan memotivasi cabor-cabor untuk meningkatkan prestasi dan kemampuan atlet. Jadi, bukan hal yang harus ditakuti oleh mereka," tegasnya. (AH)

PB Suryanaga & PB Wima Bersatu Soroti PBSI Jatim
Rhoma Irama Dukung Khofifah-Emil