Cipta Orion Metal Palsukan SNI Regulator Elpiji

Cipta Orion Metal Palsukan SNI Regulator Elpiji

Potretkota.com - Tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menyita 34 ribu regulator elpiji berbahaya merk Destec yang diproduksi PT Cipta Orion Metal berlokasi di Tambun Utara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Selain menyita ribuan regulator, polisi juga menetapkan pimpinan perusahan tersebut atas nama Indra Mustakim (72) sebagai tersangka kasus tindak pidana perdagangan.

"Tersangka adalah pimpinan PT Cipta Orion Metal, melanggar Pasal 113 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 dan Pasal 66 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014," kata Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko di Mapolda Jatim, Senin (5/4/2021) pada jumpa persnya.

Pengungkapan tersebut berawal dari kabar tentang adanya kegiatan pemusnahan regulator elpiji tak sesuai SNI merk Destec dan Starcam yang dilakukan oleh Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tata Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Kenyataannya regulator tersebut masih saja ditemukan di Jawa Timur. Polisi kemudian bergerak menyelidikinya, dan ditemukan bahwa regulator buatan PT Cipta Orion Metal tersebut diedarkan oleh lima distributor di Surabaya. "Diantaranya CV Jaya Gembira, CV Utama, CV Paracom, CV Adma Totalindo dan CV Satelit," jelasnya.

Saat itu tim dari Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim mengambil beberapa buah regulator untuk dilakukan pengujian mutu dan kualitas barang pada dua laboratorium berbeda. Yakni Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Kementerian Perindustrian. Serta Balai Besar Logam dan Mesin Kementerian Perindustrian di Jawa Barat

Setelah diuji ada 19 dari 21 kesesuaian parameter SNI tak bisa dipenuhi oleh regulator elpiji merk tersebut.

Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Suryono menambahkan, untuk mendapatkan sertifikat SNI, sebuah produk bersifat kepentingan keselamatan harus memenuhi 21 parameter kelaikan. "Logikanya satu saja nggak memenuhi standar saja dia tidak bisa keluar SNI, harusnya. Ini 19 parameter tidak memenuhi syarat," ungkapnya.

Diduga kuat produsen pada saat sertifikasi produk, sampel yang diajukan berbeda dari yang diproduksi. "Agar peredaran tidak meluas, polisi kemudian menutup sementara pabrik PT Cipta Orion Metal dan mengamankan 34 ribu regulator elpiji siap edar dari beberapa lokasi,” pungkas AKBP Suryono.(SA)

Rahadian Zulkifry Diganjar 1 Tahun Penjara
Waduh! Kejaksaan Tidak Buat Kesimpulan Sidang YKP