Di Blacklist Bank, Pasutri Buat KTP Palsu Rp 800 Ribu

Di Blacklist Bank, Pasutri Buat KTP Palsu Rp 800 Ribu

Potretkota.com - Terdakwa pasangan suami istri (Pasutri) Selvi (41) dan Anwar Soetiono (52) warga Jl. Pradah Kali Kendal Surabaya nekat ganti nama dengan cara memalsukan KTP melalui perantara pegawai honorer Kecamatan Dukuh Pakis Surabaya, Hariyanto dan Eko Widodo.

Kedua terdakwa memalsukan KTP dengan biaya masing-masing Rp 400 ribu. Data yang dipakai yakni identitas lama diganti nama baru. Selvi diganti nama Dewi Anggraini dan Anwar Soetiono diganti nama Sugiharto Sayogo. Alasan ganti KTP, karena data kedua terdakwa sudah di blacklist oleh Bank.

"Kemudian (KTP lama) saya serahkan ke Eko," kata Hariyanto diruang Sidang Sari 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (23/1/2020)..

Setelah itu, KTP diserahkan kepada Hadi (DPO) seseorang yang bisa mencetak KTP fiktif. "Hadi itu biasanya nongkrong di Dispendukcapil (Siola)," tambah Eko.

Dari hasil Pemalsuan KTP, Hariyanto dan Eko Widodo mendapatkan keuntungan masing-masing Rp 200 ribu.

Atas perbuatan kedua terdakwa, Selvi dan Anwar didakwa oleh JPU Chalida K.Hapsari melanggar Pasal 96A Jo Pasal 8 ayat (1) huruf c UU RI No 24 Tahun 2006 tentang Administrasi kependudukan Jo Pasal 55 ayat (1) KUHpidana. (Tio)

Pegawai Kecamatan Dukuh Pakis Palsukan KTP
Kebun Binatang Cimory Terancam Disegel Satpol PP