Dinas Lingkungan Cuek Kasus PG Candi Baru

Pembuangan Limbah Ngawur Dibiarkan

Dinas Lingkungan Cuek Kasus PG Candi Baru

Potretkota.com - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur terkesan cuek adanya pembuangan limbah sembarang oleh PT Pabrik Gula (PG) Candi Baru anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Rajawali Nusantara Indonesia.

Hal tersebut terbukti saat Potretkota.com, mendatangi kantor DLHK Kabupaten Sidoarjo. Tidak satu pun pejabat negara ini yang mau dimintai keterangan, pembuangan limbah yang sudah menelan korban jiwa.

Tidak hanya itu, Kasi Penataan Hukum Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim, Ainul Huri saat akan dikonfirmasi Potretkota.com atas tewasnya bocah akibat libah PG Candi Baru, ia memilih tidak bersuara. Bahkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provins Jatim, Dr. Ir. Diah Susilowati, MM juga memilih menghindar dari wartawan.

Peran serta Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo dalam menegakkan UU No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) saat ini patut dipertanyakan.

Pembuangan Limbah PG Candi Baru di daerah Lapindo Sidoarjo.

Karena cuek, tidak heran jika top managemen PG Candi Baru terkesan ikut menghindar. “Direktur masih kosong (transisi), Bagian SDM Pak Samsul Huda tidak ada ditempat,” terang salah satu security anak perusahaan BUMN ini, Rabu (10/10/2018).

Begitu pula Hambali bagian General Affair PG Candi Baru, ketika dikonfirmasi melalaui nomer selularnya +62 819-4499-****, pihaknya langsung menutup telepon selularnya.

Seperti diketahui, Hendi Maulana, warga Desa Klurak Candi, Sidoarjo tewas setelah bermain dilahan yang dijadikan tempat pembuangan limbah PG Candi Baru. Korban menghembuskan nafas terakhirnya saat berada di ruang operasi RSUD Sidoarjo.

Pembuangan limbah tidak hanya dilakukan PG Candi Baru di Desa Klurak, Candi, Sidoarjo, juga di kawasan Pusat Pengendalian Lumpur Lapindo Sidoarjo. (Qin)

Bos Developer Mahkota Amira Dipolisikan
Larangan Pembuangan Limbah Pasuruan Diabaikan