Direktur Utama PT Mylva Inti Reksa Jadi Pesakitan

Direktur Utama PT Mylva Inti Reksa Jadi Pesakitan

Potretkota.com - Direktur Utama PT Mylva Inti Reksa (MIR) Vicky Yusya diseret oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, terkait pekara tipu uang Investor Moulina Mas’udah sebesar Rp 187 juta. BERITA TERKAIT: PT Mylva Inti Reksa Gondol Uang Nasabah

JPU Darwis dari Kejaksaan Negeri Surabaya, menghadirkan saksi Erna Kepala Unit Bank Mandiri Cabang Gresik. Dalam keterangannya, saksi mengatakan, bahwa terdakwa megetahui dan mendengar nama Moulina Mas’udah yang merupakan nasabah bank Mandiri, setelah itu diprospek untuk investasi di PT Mylva Inti Reksa.

Terkait keterangan saksi, terdakwa melalui penasehat hukumnya tidak membantah hanya saja seketika adalah permintaan izin control ke dokter. "Iya benar. Moulina menyetorkan uang ke PT Mylva Inti Reksa sesuai dengan BAP di Kepolisian. Kami hanya mau menegaskan bahwa terdakwa ini lagi sakit dan akan kontrol pada tanggal 6 (Januari 2021)," katanya dihadapan Majelis Hakim Martin Ginting di ruang Candara PN Surabaya, Senin (4/1/2021).

Karena alasan kondisi kesehatan, tidak lama sidang pun ditunda. Setelah persidangan terdakwa Vicky Yusya terlihat menuju tempat ngopi didepan PN Surabaya. "Sudah mas, terdakwa ini sakit dan kita mau makan dulu didepan," ujar penasihat hukum terdakwa yang enggan menyebutkan namanya.

BERITA TERKAIT: Sanjipak Mylva Inti Reksa Divonis 2 Tahun Penjara

Untuk diketahui, PT Mylva Inti Reksa di notariskan di Kabupaten Bekasi 29 April 2016. Dengan susunan yaitu Direktur Utama Vicky Yusya, Direktur Arif Darmawan, Direktur Yusuf Wibowo, Direktur Raden Muhammad Muslim, Komisaris Utama Iswahyudi dan Komisaris Muhammad Khaerul, AR.

PT Mylva Inti Reksa sebelumnya berkantor di Ruko Grand City, Rungkut Madya Surabaya (sudah tutup) merupakan perusahaan investasi produk kompor, panci dan emas batangan, dengan menjanjikan keuntungan 1,5% perbulan. Selama 6 bulan, janji PT Mylva Inti Reksa uang modal akan dikembalikan.

Vicky Yusya bersama Raden Muhammad Muslim dan Sukri Rabanai saat itu mengajak Moulina untuk berinvestasi di PT MIR Sebesar Rp 200 juta, melalui transfer dan disaksikan oleh Notaris Garut Prakasa pada 10 Januari 2017 lalu. Namun hingga saat ini uang modal Moulina Mas’udah belum juga dikembalikan dan hanya mendapatkan keuntungan Rp 12.500.000.

Atas perbuatan terdakwa JPU mendakwa dengan Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Raden Muhammad Muslim dan Sukri Rabanai sendiri oleh Ketua Majelis Hakim Julien Mamahit, Rabu 24 April 2019 lalu sudah divonis 2 tahun penjara. (Tio)

Tahun 2021, Kejari Surabaya Tindaklanjuti Korupsi
Awal Tahun, Bupati Pasuruan Lantik 10 Kepala Dinas