DJ Fermenta Nouristana Ditangkap Saat Pesta Sabu

DJ Fermenta Nouristana Ditangkap Saat Pesta Sabu

Potretkota.com - Fermenta Nouristana sudah lama menjadi pecandu narkoba. Disk Jockey (DJ) yang sering tampil di Sutos ini mengaku menghisap sabu-sabu sejak tiga tahun lalu. Terdakwa juga menjelaskan, sejak 2017 hingga 2018 sudah menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Wijaya dan pada tahun 2019 sempat berhenti.

"Sudah lama pak sejak saya punya anak tahun 2017," kata DJ Fermenta saat di ruang sidang Candra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (30/7/2020).

Majelis hakim tidak percaya begitu saja kalau DJ Fermenta butuh direhabilitasi untuk mengobati kecanduannya. Sebabnya terdakwa masih kerap mengonsumsi sabu-sabu di luar resep dokter. Artinya, sama saja DJ Fermenta sudah menyalahgunakan narkoba dengan dalih kecanduan dan meminta untuk direhabilitasi. "Tapi kenapa kamu pakai narkoba tanpa resep dokter?" katanya.

Pria 36 tahun ini tidak punya alasan kuat, dokter Erieko Hari Susanto yang merekomendasikan Fermenta Nouristana untuk direhabilitasi juga tidak datang di persidangan. "Saksi dokter tidak bisa hadir di persidangan karena sedang sakit yang mulia," ujar Jaksa Penuntut Umum Ni Putu Parwati.

Sementara, terdakwa mengaku mendapat sabu dari koleganya, Feri. Terdakwa ditangkap tidak sendirian, melainkan bersama Ahmad Taufik dan Basuki Efendi. Namun sayang, saat ditanya rekan yang tertangkap, JPU terkesan pura-pura tidak mengetahuinya. "Lo ada ta, kok saya tidak dengar," dalih dari Kejati Jatim sembari meninggalkan gedung PN Surabaya.

Seperti diketahui, Fermenta Nouristana ditangkap pada 5 Maret 2020. Ditresnarkoba Polda Jatim menangkap saat terdakwa pesta sabu-sabu. Dari tangan terdakwa ditemukan poket sabu-sabu 0,25 gram yang tersimpan di dalam dompet di dalam tasnya.

Akibatnya, terdakwa dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sesuai pasal teesebut, Fermenta terancam pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. (Tio)

91 Satwa Endemik di Repatriasi dari Filipina
9 Tempat Wisata Pasuruan Resmi Dibuka