DPRD Sesalkan Rumah YKP Beralih Fungsi

DPRD Sesalkan Rumah YKP Beralih Fungsi

Potretkota.com - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya menanggapi perihal penggunaan aset Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya yang mengalami perubahan fungsi. Hingga tahun 2020 perubahan tersebut seperti digunakan untuk market hingga perhotelan.

Drs. AH Thony mempertanyakan perihal penggunaan aset YKP itu. Karena, menurut AH. Thoni, perlu dilihat apakah penggunaan aset YKP diperuntukkan rumah tinggal namun menjadi market dan perhotelan dibenarkan di AD/ART-nya. Semestinya harus disesuaikan dengan aturan anggaran dasarnya.

"Harusnya dibaca aturan di anggaran dasarnya (AD/ART), apakah diperbolehkan penggunaan aset YKP itu digunakan untuk peruntukkan yang lain. Kalau ada yang beli kemudian digunakan untuk selain rumah tinggal, padahal itu untuk rumah tinggal tapi dibuat oleh orang itu sak karepe dewe (semaunya sendiri), harusnya dilihat apakah aturannya begitu," katanya kepaa Potretkota.com.

Politisi Gerindra itu juga menilai andai ada kekeliruhan dalam peruntukan aset tersebut, yang seharusnya digunakan untuk rumah tinggal. Akan tetapi, pada pembeli rumah itu dipergunakan untuk minimarket atau yang lain. Hal itu, dinilainya ada pihak internal YKP yang memang sengaja memanfaatkannya sebagai bisnis pribadi.

"Dibuat minimarket oleh pembeli kalau itu kapling yang belum terjual, berarti ada indikasi bahwa internal YKP memanfaatkan sebagai bisnis internal," ungkapnya.

Lebih lanjut, AH. Thony mengatakan, harusnya YKP melihat kembali apakah di surat-surat bisnisnya diperbolehkan dibuat minimarket. Apakah sesuai dengan perkembangan YKP yang awal. Karena, itu penting untuk diperhatikan.

Sedangkan, posisi hukumnya harus jelas. Karena, menurut Wakil Ketua DPRD itu seseorang yang membeli rumah di YKP, tentunya sudah diketahui tujuan awalnya. Apakah itu benar-benar dipakai sebagai tempat tinggal atau untuk bisnis, pasar-pasar modern. Sebab, dengan mengetahui begitu pihak YKP tentu bisa mencari posisi hukumnya, apakah itu sudah sesuai aturan atau tidak.

"Tujuan pembeli seharusnya sudah bisa dilihat di awal, apakah untuk rumah tinggal atau untuk bisnis, pasar modern, dan itu apakah sudah sesuai dengan tujuan YKP sejak awal," pungkasnya.

Adanya peralihan fungsi yang dilakukan oleh pembeli ini, bisa dilacak di daerah rungkut dan tenggilis. Berdasarkan temuan Potretkota.com, yang seharusnya dipergunakan untuk tempat tinggal namun di lapangan menjadi bengkel, minimarket, restoran dan juga perhotelan. (Qin)

Normalisasi Sungai, Pasuruan Digerojok Rp 100 M
Duo Pegawai Hotel PSP Wadul ke Disnaker