dr. Erieko Hari Susanto Arahkan 3 Polisi Sabu Rehab

dr. Erieko Hari Susanto Arahkan 3 Polisi Sabu Rehab

Potretkota.com - dr. Erieko Hari Susanto mengarahkan ketiga polisi yang menggunakan barang bukti narkoba untuk pesta narkoba, yaitu Iptu Eko Julianto, Aipda Agung Pratidina dan Brigpol Sududik, untuk rehabilitasi.

Hal itu disampaikan dokter umum rumah sakit swasta di Surabaya yang juga relawan relawan Badan Narkotika Nasional (BNN), saat bersaksi didepan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Johanis Hehamony, Kamis (4/11/2021).

"Sekitar tahun lalu ketiga terdakwa mendatangi Rumah Sakit Wijaya untuk dilakukan pemeriksaan secara pribadi (bukan institusi). Setalah kami melakukan pengecekan darah dari ketiganya, ternyata positif mengandung zat adiktif amfetamin (narkotika). Kemudian kami memberikan rekomendasi untuk dilakukan rehabilitasi di Rumah Sakit yang ditunjuk oleh Pemerintah kepada keluarga," jelas dr. Erieko Hari Susanto, di ruang Candra.

dr. Erieko Hari Susanto mengklaim, ketiga terdakwa Iptu Eko Julianto, Aipda Agung Pratidina dan Brigpol Sududik datang ke Rumah Sakit sudah 5-6 kali. "Hasil pemeriksaan ketiganya termasuk ketergantungan katagori menengah. Dan pemeriksaan yang terakhir sudah negatif hasilnya," akunya.

Menurut alumni Universitas Hang Tuah 1992 ini, tingkat keberhasilan dari rehabilitasi terdakwa yang telah mencoreng institusi Polri faktor utama adalah niat dari pasien itu sendiri. "Tingkat keberhasilan dari rehabilitasi, selain medis juga dilakukan rehabilitasi sosial. Dan faktor yang utamanya pendamping yaitu niat dari pasien itu sendiri," tambahnya.

Mendengar keterangan tersebut, Ketua Majelis Hakim berpendapat lain. Karena, pasien dr. Erieko Hari Susanto merupakan Aparat Penegak Hukum (anggota Reskoba Polrestabes Surabaya) yang mana tugasnya adalah memberantas peredaran narkoba dan juga penyalahgunaan narkoba. "Dari rekomendasi yang sudah diberikan juga tidak dilakukan oleh para terdakwa," tegas Johanis Hehamony.

Atas keterangan saksi, para terdakwa Iptu Eko Julianto, Aipda Agung Pratidina dan Brigpol Sududik tidak membatahnya. "Iya benar yang Mulia," timpalnya.

Perlu diperhatikan, Kamis tanggal 29 April 2021, Iptu Eko Julianto, Aipda Agung Pratidina dan Brigpol Sududik ditangkap Propam Mabes Polri saat pesta sabu bersama model Chinara Christine Selma, perempuan yang dibayar Rp 11 juta. Narkoba yang dipakai, ekstasi dan sabu merupakan barang bukti hasil tangkapan beberapa tersangka narkoba.

Mabes Polri saat penggerebekan menemukan sabu dengan berat kotor 1,32 gram dan 1,15 gram, 4 butir ekstasi berat kotor total 1,45 gram, 1 butir obat benzoate/penenang dan 8 butir happy five.

Bukan hanya itu, Mabes Polri juga menemukan narkoba yang disimpan para terdakwa diruang kerjanya.Diantaranya, sabu berat kotor 3,34 gram, 1 serbuk ekstasi berat kotor 0,30 gram, sabu berat kotor 0,26 gram, sabu berat kotor 0,42 gram, sabu berat kotor 1,19 gram, sabu berat kotor 0,61 gram, sabu berat kotor 5,71 gram, ekstasi berat kotor 1,4 gram, sabu berat kotor 11,27 gram, sabu berat kotor 12,97 gram, sabu berat kotor 11,05 gram, sabu berat kotor 15,06 gram, sabu berat kotor 1,16 gram, 46 ekstasi logo Helneken Warna Hijau berat kotor 20,84 gram, 15 ekstasi berat kotor 5,89 gram, 4 ekstasi logo Helneken warna hijau berat kotor 1,91 gram, 10 ekstasi warna merah muda berat kotor 3,51gram, 8 ekstasi warna merah bata berat kotor 3,22 gram, 7 ekstasi warna orange berat kotor 3,03 gram, 4 ekstasi warna hijau dalam bentuk pecahan berat kotor 0,58 gram dan dompet warna merah berisikan 118 pil happy five.

Dalam perkara ini, terdakwa didakwa dengan Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Tio)

Vanessa Angel Tewas di Tol Jombang - Mojokerto
Kemenparekraf Dukung National Day Expo Dubai