Duh! 3 Polisi di Surabaya Nyabu Cuma Rehabilitasi

Duh! 3 Polisi di Surabaya Nyabu Cuma Rehabilitasi

Potretkota.com - Tiga Oknum Anggota Polsek Mulyorejo Polrestabes Surabaya, Bripka Anang Rachmanto Bin Sumarno, Bripka Faisal Rahman Bin Muntaha dan Brigpol Lukfi Rahman Bin Rokib oleh Ketua Majelis Hakim Martin Ginting saat sidang agenda tuntutan skaligs hanya dihukum rehabilitasi murni selama 1 tahun.

Majelis Hakim Martin Ginting menilai, perbuatan Bripka Anang Rachmanto, Bripka Faisal Rahman dan Brigpol Lukfi Rahman melanggar Pasal 127 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap ketiga terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing selama 1 tahun. Memerintahkan kepada para terdakwa segera direhabilitasi," kata Ginting yang juga Humas Pengadilan Negeri (PN) Suabaya saat sidang, Kamis (25/2/2020).

Vonis ini tidak jauh berbeda dari tuntutan Penuntut Umum (JPU) Suparlan dari Kejaksaan Negeri Surabaya, yang menuntur masing-masing tedakwa dengan hukuman 1 tahun 6 bulan dan dilakukan rehabilitasi.

Berdasarkan surat dakawaan, Kamis 11 Juni 2020 sekira jam 13.30 WIB, saksi Yuyus Andriastanto, SH dan Ferry Arthanala, SH dari Subdid I Paminal polda jatim menangkap Anang Rachmanto di Hotel Jalan Mulyorejo Utara Surabaya saat sedang tiduran.

Saat itu, ditemukan 12 (dua belas) plastik klip kecil kosong bekas bungkus sabu, 1 (satu) bungkus cotton bud, 4 (empat) korek api gas, 1 (satu) botol minuman kosong merk You C1000, 1 (satu) pipet kaca, 4 (empat) sedotan, 1 (satu) timbangan elektrik, 1 (satu) kompor alkohol, 1 (satu) sambungan pipetdan 1 (satu) kotak plastik di bawah meja TV.

Kemudian menangkap Faisal Rahman saat di parkiran mobil Hotel dan menangkap Lukfi Rahman di Kantor Polisi Sektor Mulyorejo Polrestabes Surabaya. Dari keterangan terdakwa sabu didapat membeli dan dipergunakan untuk tetap segar dan fit serta tidak mudah mengantuk dan lelah dalam melakukan aktifitas kerja/kegiatan. (Tio)

Akibat Jual Gerobak, Hau Thye Joon Dituntut 7 Bulan
Setelah Dilantik, Gus Ipul Janji Bangun Pasuruan