Dukungan Palsu Balon Wali Kota Surabaya Ramai

Dukungan Palsu Balon Wali Kota Surabaya Ramai

Potretkota.com - Adanya dugaan pemalsuan data dukungan pada Bakal Calon (Balon) Independen Wali Kota Surabaya di Kecamatan Gubeng ramai. Temuan dugaan itu, terjadi saat dilakukan uji sampling oleh Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Gubeng.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Jhonnatan Prasetya Nafi kepada Potretkota.com. Menurutnya, adanya dugaan pelanggaran dukungan terhadap pasangan Balon Wali Kota independen, Yasin-Gunawan di daerah Gubeng, yang merupakan distrik pengawasannya setelah ia meminta kepada Panwas Kelurahan untuk melakukan uji sampling terhadap hasil Verifikasi Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Ternyata dari situ, kata Jhonnatan ditemukan beberapa daftar pemilih yang sebenarnya tidak memilih Balon Wali Kota, Yasin-Gunawan. Sehingga, dalam hal itu pihaknya mempertanyakan kebenaran hasil verifikasi faktual yang dilakukan oleh PPS maupun PPK setempat.

"Ketua Panwascam Gubeng dan Panwas Gubeng memerintahkan Panwas Kelurahan untuk melakukan sampling verifikasi data faktual dan setelah dilakukan sampling verifikasi menemukan dugaan pelanggaran," kata Jhonnatan pada Potretkota.com, Jumat (10/7/2020) malam.

Dari uji sampling verifikasi faktual yang dilakukan tersebut, lanjutnya, apa yang dilaporkan oleh PPS maupun PPK ada beberapa yang tidak relevan dengan hasil uji sampling yang dilakukan Pengawas Pemilu di lapangan. "Bahwa PPS/PPK melaporkan kalau itu sudah di verifikasi data dan memenuhi sarat dan setelah di sampling sama panwaskel dan staff bahwa mereka tidak pernah didatangi," terang Jhonnatan.

Dengan begitu, sambung Jhonnatan bila benar dugaan pelanggaran itu ada, ia menilai PPS maupun PPK telah melakukan pelanggaran Pasal 186, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubenur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang.

Adanya temuan dugaan pelanggaran verifikasi faktual itupun, langsung dapat tanggapan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Demokrasi (PD) Indonesia Jawa Timur, Febrianus Hendrik. Menurutnya, jangan sampai ada hal yang tidak diinginkan dalam Pilkada Surabaya kali ini. Untuk itu, dirinya berpesan pada penyelenggara harus melakukan tugasnya dengan baik. Agar tidak terjadi kesalahan yang sangat fatal. "Penyelenggara harus melakukan tugas dengan baik, jangan sampai ada kesalahan yang berimplikasi pada hasil pilkada nantinya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Pria yang akrab dipanggil Keceng itu mengajak untuk menjaga proses demokrasi ini berjalan dengan baik. Untuk itu peran penyelenggara, menurutnya sangat menentukan proses demokrasi di Kota tempat dirinya lahir berjalan lancar dan tertib. "Penyelenggara sangat menentukan proses demokrasi, karena itu mari menjaga agar tidak sampai mencederai pesta demokrasi di pemilihan wali kota," tegasnya.

Ditemukannya penolakan tandatangan dukungan Warga terhadap Balon Wali Kota, Yasin-Gunawan, tidak hanya di Kecamatan Gubeng saja. Karena sebelumnya, info yang beredar entah alasan apa dibeberapa Kecamantan, warga di daerah Kenjeran, Sawahan, Rungkut, Sukomanunggal, Simokerto, juga menolak menandatangani dukungan terhadap Yasin-Gunawan sebagai Balon Wali Kota Surabaya. (Qin)

Nasdem Santunani Keluarga Bocah yang Dibunuh
Internalisasi Akhlak, Pelindo 3 Cetak Rekor Muri