GPD Dampingi Pendekar Pagar Nusa Lapor Polisi

Menyoal Pelecehan Seksual di RS Haji

GPD Dampingi Pendekar Pagar Nusa Lapor Polisi

Potretkota.com - Anggota Pendekar Pagar Nusa berinisial DIS mendatangi Polrestabes Surabaya. Perempuan 19 tahun datang ke SPKT karena tidak terima atas perbuatan oknum perawat RS Haji inisial Rz yang telah meremas payudaranya saat menjalani pemeriksaan di IGD (Instalasi Gawat Darurat.

Kepada wartawan, DIS mengaku peristiwa ini terjadi Minggu (22/2/2021) dini hari. Saat itu asam lambungnya kambuh sehingga mendatangi RS Haji untuk dilakukan perawatan. Namun, saat dalam perawatan ia merasakan ada pelecehan seksual.

"Yang pertama waktu pasang tensi ke senggol payudara, saya kira tidak sengaja. Kedua kalinya juga begitu. Ketiganya, payudara saya diremas," kata DIS di Polrestabes Surabaya.

Saat terjadi pelecehan seksual, perempuan asal Nganjuk ini dalam kondisi lemas.Tak heran DIS tidak bisa berbuat apa-apa. "Saya ingin teriak tapi engga bisa. Kondisi saya sadar tapi lemas," tambahnya.

DIS juga mengaku, pagi hari saat kondisi sadar, ia bercerita kepada suaminya dirumah. "Kata suami nanti saja kalau sudah sembuh diurus," akunya menirukan ucapan suaminya berinisial Tr.

Esoknya, Senin (22/2/2021) DIS dan suaminya mendatangi RS Haji ingin mengadukan hal ini ke pihak managemen. Namun, oleh pihak rumah sakit milik Provinsi Jawa Timur ini, tidak mendapat jawaban memuaskan. "Engga ada permintaan maaf, malah berdalih memegang bagian tengah dada payudaranya hanya untuk pertolongan pertama," keluhnya, terlebih saat pemeriksaan dalam ruangan tidak ada CCTV.

DIS berharap, atas laporan yang dibuatnya, oknum perawat RS Haji segera diperiksa Kepolisian. Alasannya, agar kejadian ini tidak terulang lagi oleh pasien lain. "Saya pasrah pada proses hukum yang berlaku, agar kejadian yang menimpa saya tidak terulang lagi kepada pasien lagi," harapnya.

Sedana disampaikan Danny Wijaya SH, kuasa hukum DIS. Penasihat hukum dari Gerakan Putra Daerah (GPD) ini mengaku belum bisa berbuat banyak, karena banyak tahapan yang masih diikuti. "Kami masih menunggu proses hukum selanjutnya," ujarnya.

Sebelumnya, Humas RS Haji Djati Setyo Putro kepada wartawan mengaku, akan mengikuti proses hukum apabila pihak korban melaporkan perkara ini ke Polisi. Pihaknya akan memberikan sanksi tegas apabila ada perbuatan asusila yang dilakukan perawat ke pasien. "Kita ikuti proses hukum saja," singkatnya. (Tio)

BPW Peradin Jatim Gelar PPA Angkatan ke-10
Awas! Puluhan Massa Demo Rumah Kapolda Jatim