Guru Seni Rupa Meninggal Dunia Ditangan Muridnya

Guru Seni Rupa Meninggal Dunia Ditangan Muridnya

Potretkota.com - Ahmad Budi Cahyono (27) guru seni rupa di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura meregang nyawa tidak lama setelah dihajar muridnya, MH, siswa kelas XI yang tinggal dikawasan dusun Brekas desa Torjun Sampang.

Kasus penganiyaan ini terjadi saat Budi menyampaikan pelajaran melukis, Kamis (1/2/2018) sekitar jam 13.00 WIB. Pelaku MH terlihat tidak mendengarkan pelajaran dan justru mengganggu teman-temannya, dengan merusak karya lukis siswa lain.

Melihat hal tersebut, Budi lalu menegur MH untuk mengerjakan tugasnya lagi, namun permintaan tersebut tidak dihiraukan. Malah MH soalah semakin menjadi dan mengganggu teman-temannya. Budi pun memperingatkan, jika tetap berulah maka korban akan mencoret pipi MH menggunakan cat lukis. Karena tetap masih mengganggu, guru Budi pun kemudian mencoret wajah pelaku dengan cat lukis.

Usai mencoret dengan kuas, guru budi kembali kedepan kelas. Tidak terima dan merasa dipermalukan, MH lalu memukul leher belakang korban dan mencekiknya. Karena tidak siap, Budi pun terjatuh. Korban guru mencoba bangkit berdiri, tapi HN yang dihinggapi rasa marah menghajar kembali. Aksi brutal tersebut akhirnya dilerai murid lainnya. 

Tak lama, Budi kemudian minta izin Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Torjun Amat untuk pulang. Sesampai dirumah, Guru yang juga aktivis Lembaga Seni Mahasiswa Islam (LSMI) Malang ini mengeluh sakit pada lehernya. Bersama istrinya, Sianit Shinta (22), Budi minta diantar ke Puskesmas. Namun karena koma, bersangkutan yang mengalami mati batang otak dan organ dalam sudah tidak berfungsi, korban pun dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Sekitar jam 21.40 Wib, Budi dinyatakan meninggal dunia.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Saiful Rahman, MM. M.Pd saat jumpa pers mengaku kasus ini merupakan pertama kali dijumpai. Ia prihatin, dan berharap tidak terulang kembali di semua tempat.“Saya sangat prihatin atas kejadian ini. Semoga ini yang terakhir kalinya,” katanya, Jumat (2/2/2018).

Terpisah, Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman melalui Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Heri Kusnanto menyatakan, sekitar dua jam setelah korban meninggal, MH ditangkap dirumahnya, Dusun Brekas, Desa Tonjun, Kecamatan Torjun, Sampang. “Sudah kami tangkap dan tidak ada perlawanan. Dari ketrangan pelaku, nanti akan kita cocokan,” pungkasnya. (Hyu)

Awas! Curanmor Masuk Kampung Lebak Jaya
Mengapa Gizi Buruk di Asmat Bisa Merebak?