Hakim Putus Marianus Sae 8 Tahun Penjara

Hakim Putus Marianus Sae 8 Tahun Penjara

Potretkota.com - Marianus Sae, oleh Ketua Majelis Hakim Unggul Warso Mukti akhirnya diputus dengan hukuman hukuman 8 tahun penjara. Selain diganjar hukuman setimpal, hak politik Bupati Ngada Nusa Tenggara Timur (NTT) juga dicabut 4 tahun sejak bersangkutan menjalani hukuman pidana.

Hakim menilai, Marianus Sae melanggar Pasal 12 (a) dan 12 (b) UU Tindak Pidana Korupsi. “Menyatakan terdakwa Marianus Sae dihukum 8 tahun penjara, denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan,” terangnya di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat (14/9/2018).

Atas putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ronald Morotika, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman 10 tahun penjara mengaku puas. “Itu sudah menjadi pertimbangan Majelis Hakim,” katanya kepada Potretkota.com seusai agena Sidang Putusan.

BACA JUGA: Bupati Marianus Sae Dituntut 10 Tahun Penjara

Seperti diketahui, Marianus Sae ditangkap KPK disalah satu hotel di Surabaya, Februari 2018 lalu. Penangkapan karena lembaga antirasuah mendapakan Direktur PT Sinar 99 Permai Wilhelmus Iwan Ulumbu menyuap Bupati Ngada, sebagai pelicin proyek-proyek infrastruktur di Pemerintah Kabupaten Ngada, NTT.

Dalam kasus ini, sejak tahun 2011-2017, pendiri PT Flopino Raya Bersatu Wilhelmus Iwan Ulumbu yang juga membuatkan ATM khusus berisi Rp 2.487.000.000 untuk Bupati Ngada, hanya dituntut 3 tahun 6 bulan saja. Sayang, Ketua Majelis Hakim Unggul Warso Murti, menurunkan hukuman 2 tahun 6 bulan saja.

Sementara, Bupati Ngada, Marianus Sae juga disebut menerima aliran dana Rp 3.450.000.000 dari Direktur PT Sukses karya Inovatif Albertus Iwan Susilo, untuk proyek tahun 2016-2017. (Qin)

Jukir Residivis Curanmor Tertangkap di Bubutan
Seruan Mogok Kerja Pelni Tidak Terbukti