Hakim Putus Siswidodo dan Gusmin Tuarita 4 Tahun

Hakim Putus Siswidodo dan Gusmin Tuarita 4 Tahun

Potretkota.com - Karena tidak mendukung Pemerintah memberantas tindak pidana korupsi, terdakwa Siswidodo dan Gusmin Tuarita oleh Ketua Majelis Hakim Dr Johanis Hehamony SH, MH, dinyatakan bersalah secara sah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dan juga melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU PPTPPU).

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Siswidodo dengan pidana penjara selama 4 tahun dengan denga Rp 200 juta subsider 2 bulan," kata Johanis Hehamony, Jumat (24/12/2021).

Selain itu, terdakwa Siswidodo juga dijatuhkan hukuman tambahan. Yaitu, harus membayar biaya Rp 17,2 miliar, dengan ketentuan jika tidak mengganti selama 1 bulan maka hasil TPPU akan dilelang negara, dan jika uang lelang tidak cukup membayar ke negara, terdakwa akan mengganti hukuman 1 tahun penjara.

Putusan ini lebih ringan, sebab sebelumnya dengan ketentuan yang sama, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Luki Dwi Nugroho dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut terdakwa Siswidodo dengan hukuman pidana penjara selama 5 tahun.

Sementara, terdakwa Gusmin Tuarita oleh Ketua Majelis Hakim dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana sesuai dengan dakwaan yang dibuat Jaksa KPK. "Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Gusmin Tuarita dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan," ujar Johanis Hehamony.

Terdakwa Gusmin Tuarita juga diharuskan membayar uang pengganti Rp 11,7 miliar. Uang pengganti harus dibayar paling lama 1 bulan sesudah putusan ini ditetapkan. Bila tidak dibayarkan benda yang dijadikan barang bukti akan disita lelang. "Jika hasil tidak mencukupi akan diganti dengan pidana penjara 1 tahun penjara," tambah Johanis Hehamony.

Putusan ini lebih ringan, sebab JPU Luki Dwi Nugroho sebelumnya menuntut terdakwa Gusmin Tuarita dengan hukuman 6 tahun penjara.

Keduanya, Siswidodo dan Gusmin Tuarita oleh Ketua Majelis Hakim Johanis Hehamony dinyatakan bersalah melanggar Pasal 12 B Jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP atau Pasal 11 Jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Pasal 3 UU TPPU.

Untuk diketahui, Siswidodo dan Gusmin Tuarita ditangkap KPK lantaran sejak tahun  2012-2016 saat menjabat di Kantor Kanwil ATR/ BPN Kalimantan Barat, ditunding menerima gratifikasi dari beberapa perusahaan untuk kepenguruan Hak Guna Usaha (HGU). Siswidodo dianggap mendapat Rp 19,1 miliar, sedangkan Gusmin Tuarita Rp 18.8 miliar.  (Hyu)

Berbelit-belit, Bupati Novi Rahman Dituntut 9 Tahun
Buronan Kejari Surabaya Ditangkap di Sidoarjo