Hari Lupus Sedunia, RSUD Dr. Soetomo Bentuk Kolucuya

Hari Lupus Sedunia, RSUD Dr. Soetomo Bentuk Kolucuya

Potretkota.com - Memperingati hari Lupus Sedunia, yang jatuh pada tanggal 10 Mei 2018, RSUD Dr Soetomo membentuk Komunitas Lupus Cilik Surabaya alias Kolucuya. Kali ini, Ketua Panitia Dr. dr. Ninik Asmaningsih Soemyarso, SpA(K), MM.Paed menjelaskan, jika penyakit seribu wajah masih bisa diobati.

"Lupus adalah penyakit seribu wajah, dan deteksi dini lupus nefritis yaitu pemeriksaan awal yang dilakukan pada pasien, dari mulai darah lengkap, urine dan fungsi ginjal. Penyakit Lupus insyaalloh masih bisa disembuhkan," kata Ninik, disela-sela kegiatannya, Rabu (9/5/2018).

Kegiatan yang terselenggara diruang sidang 1 anak di RSUD Dr Soetomo ini dihadiri puluhan pasien anak. Pada kesempatan yang sama, Ninik juga menerangkan tanda-tanda ketika anak tergejala penyakit Lupus nefritis tersebut.

"Gejala yang timbul, seperti bengkak dikelopak mata, perut dan tungkai. Air kencing keruh berbuih dan kadang-kadang berwarna merah. Pucat, kemerahan dipipi seperti bentuk kupu-kupu. Sariawan, rambut rontok dan nyeri sendi," terang perempuan kelahiran Probolinggo tahun 1955 ini.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini juga menambahkan, yang rawan terkena penyakit Lupus adalah saat masa remaja dan terkadang menyerang ginjal. "Rata-rata menyerangnya diginjal, Lupus juga adalah penyakit Autoimun dimana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan-jaringan yang sehat termasuk ginjal. Lupus nefritis penyakit peradangan pada ginjal yang terjadi akibat pengaruh penyakit Sistemik Lupus Entematosus (SLE)," lanjut Ninik.

Selama ini, lima tahun terakhir yang menderita penyakit Lupus, kurang lebih 100 pasien. Dari sekian yang ada, 2 pasien RSUD Dr Soetomo yang meninggal karena penyakit tersebut.

"Di Rumah sakit Dr Soetomo Surabaya, angka kejadian lupus diperkirakan 10 per 100.000 anak. Seluruh populasi diperkirakan 50 per 100.000 orang. Dan penderita Lupus Nefritis anak baru di RS Dr Soetomo, pada 2014-2018 berjumlah 124 anak," pungkasnya.

Ditempat yang sama, Maria asal Pasuruan, ibu dari pasien anak yang bernama Novita 14 tahun ini mengaku bersyukur bahwa anaknya sudah membaik atas penyakit yang diderita anaknya.

"Alhamdulilah sudah membaik, sebelumnya sudah dibawa kemana-mana tapi belum juga sembuh. Sampai dulu lumpuh engga bisa berjalan, ketika dirawat di RSUD Dr Soetomo semakin membaik. Dengan pengobatan dan kontrol 2 mingguan, anak saya membaik dan sudah bisa berjalan," aku Maria pada Potretkota.com, usai kegiatan berlangsung. (Am)

36 Jam, 156 Tahanan Kuasai Rutan di Mako Brimob
Oknum Kejari Bangil Diduga Terima Suap Rp 500 Juta