Hau Thye Joon Penjual Gerobak Jadi Pesakitan

Hau Thye Joon Penjual Gerobak Jadi Pesakitan

Potretkota.com - Hau Thye Joon jadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Direktur PT Solihin Jaya Industri ini didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deddy Arisandi dengan Pasal 54 ayat (1) Jo. Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2000 Tentang Desain Industri.

Sidang yang dimulai Senin, 23 November 2020. Dalam perkara No 2505/Pid.Sus/2020/PN Sby, dalam dakwaan JPU menjelaskan, terdakwa menjual gerobak merek Faralla sejak tahun 2013. Selain itu, ada merek Dragon Flay sejak tahun 2008, sedangkan gerobak dorong merek Seagul di impor dari China sejak tahun 2015.

Chung She Direktur PT Mitra Anarwata Sasmaya kemudian mengetahui ada pihak lain yang dengan sengaja atau tanpa izin membuat, memakai, menjual, mengimpor dan atau mengedarkan barang yang mempunyai perlindungan konfigurasi atas Desain Industri yang dimiliki oleh saksi Chung She. sehingga pada tanggal 8 Januari 2012, Chung She memberikan pengumuman terbuka melalui surat kabar nasional agar pihak lain menghentikan kegiatan membuat, agar tidak mendapatkan tuntutan hukum.

Meskipun telah mengumumkan secara terbuka melalui surat kabar, Chung She masih menemukan pihak-pihak yang dengan sengaja tanpa izin membuat, menjual dan mengimpor Gerobak Dorong yang memiliki bentuk sama seperti perlindungan atas konfigurasi desain industri yang dimiliki oleh Chung She.

Bahwa untuk membuktikan adanya pelanggaran perlindungan desain industri yang dimilikinya, Chung She melakukan pembelian Gerobak Dorong merek Dragonfly di Pertokoan Jalan Galaxy A7 Tembaan, Kota Surabaya milik saksi Tandiono Limanto.

Saksi Tandiono Limanto kemudian menerangkan bahwa Gerobak Dorong memperoleh dari PT Solihin Jaya Industri dengan cara melakukan pembelian setiap unit seharga Rp 340 ribu dan dijual Rp 375 ribu secara tunai sejak Oktober 2017 sampai dengan 3 Januari 2018.

Tidak hanya itu, pelapor Chung She juga mengetahui jika saksi Go Gunawan Chandra Sampurna sebagai pemilik toko Cahaya Anugerah Semarang menjual gerobak dorong yang dibeli dari terdakwa Hau Thye Joon merek Seagull sejak 2015, seharga Rp 345 ribu, Dragonfly Rp 305 ribu dan Farfalla Rp 315 ribu.

Menurut Hau Thye Joon dalam persidangan, gerobak tersebut dijual di seluruh Indonesia. Namun ia mengaku, belum mengetahui keabsahaan dokumen pelapor Chung She. ,"Hingga saat ini saya tidak tau dokemen-dokumen dan belum pernah ditujukan sertifikat yang asli ataupun foto copy," katanya, Rabu (17/2/2021), di Ruang Tirta PN Surabaya. (Tio)

Gabungan LSM Pasuruan Desak Kejaksaan Usut BOP
PT Pelindo III Kirim Bantuan Bencana Nganjuk