Honorer Surabaya Ngeyel Dihukum 8 Bulan Penjara

Honorer Surabaya Ngeyel Dihukum 8 Bulan Penjara

Potretkota.com - Terdakwa Hariyanto dan Eko Widodo Diputus bersalah sesuai dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum dan dijatuhi hukum masing-masing 8 bulan Penjara oleh Ketua Majelis Hakim I Ketut di ruang Sari 2 Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (13/2/2020)

Kedua terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 96A Jo Pasal 8 ayat (1) huruf c UU RI No 24 Tahun 2006 tentang Administrasi kependudukan Jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

"Untuk kedua terdakwa dijatuhi hukuman 8 bulan penjara," kata Hakim I Ketut saat membacakan amar putusan di ruang Sari 2 Pengadilan Negeri Surabaya.

Mendengar putusan tersebut, awalnya kedua terdakwa ngeyel minta keringanan. Namun setelah dijelaskan  hakim  proses urutan sidang, keduanya akhirnya  menyatakan pikir-pikir.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dinneke Absari. JPU dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya ini menuntut kedua terdakwa dengan 1 tahun penjara.

Untuk diketahui Haryanto yang merupakan pegawai honorer di Kecamatan Dukuh Pakis Surabaya menerima orderan pembuatan KTP dari Silvi berserta suaminya.Mereka menganti nama dari Selvi diganti nama Dewi Anggraini dan Anwar Soetiono diganti nama Sugiharto Sayogo dengan menggunakan data KTP lama seharga Rp.400 ribu per KTP.

Kemudian Hariyanto menyuruh Eko Widodo untuk mencetakkan kepada Hadi (DPO) yang bisanya nongkrong di Dispendukcapil kota Surabaya. (Tio)

Pasutri KTP Palsu Divonis 10 Bulan Penjara
Pabrik Plastik Ponpes Alfalah Buang Limbah Ngawur