Hukum Residivis Sabu Lie Hok Kiong Diringankan Jaksa Ali Prakoso

Hukum Residivis Sabu Lie Hok Kiong Diringankan Jaksa Ali Prakoso

Potretkota.com - Lie Hok Kiong (45) residivis sabu oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso Dituntut 2 tahun 1 bulan penjara. Karena tuntutan ringan, tidak heran jika warga Jalan Setro VI Surabaya ini oleh Ketua Majelis Hakim Dwi Purwadi diputus hukuman 1 tahun 10 bulan.

Pada Potretkota.com, Jaksa Ali Prakoso berdalih tuntutan yang diberikan wajar saja. "Bahwa untuk penetapan pasal 127 (rehabilitasi) itu semua mempunyai kewenangan. Barang buktinya pun dibawah 1 gram," dalihnya, Jumat (22/12/2017) di kantor Kejaksaan Negeri Surabaya.

Jaksa Ali Prakoso juga mengaku, dirinya merupakan TIM Asesmen Bidang Hukum BNN Kota Surabaya. "Semisal penyelidik dari kepolisian tidak mencantumkan pasal 127, Kejaksaan berhak mengajukan dan apabila dari penyidik kepolisian dan Kejaksaan tidak mencantumkan pasal 127, Hakim bisa memutuskan pasal 127 kepada terdawa," akunya.

Untuk diketahui, dalam perkara No 3240/Pid.Sus/2017/PN SBY, Lie Hok Kiong ditangkap anggota Polsek Genteng, Polrestabes Surabaya yaitu Ribut Haryono dan Irawan di rumahnya Jalan Setro Gang VI Surabaya, Rabu (23/8/2017).

Saat ditangkap, terdakwa tengah mempersiapkan mengkonsumsi sabu-sabu. Polisi lalu membawa terdakwa dan mengamankan barang bukti 0,27 gram sabu dan alat hisap, yang didapat dari buronan Lukman dengan harga Rp 100 ribu. Karena itu, Lie Hok Kiong dijerat Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Lie Hok Kiong sendiri pernah ditangkap polisi, Sabtu (1/12/2012) lalu. Karena barang bukti hanya 0,052 gram, Dalam perkara No 397/PID.B/2013/PN.SBY, Jaksa Eko Nugroho dari Kejari Tanjung Perak Surabaya menuntutnya dengan hukuman 4 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 800 juta subsider 2 bulan penjara.

Dengan Pasal yang sama, Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Ketua Mejelis Hakim Bandung Suhermoyo memberikan putusan hukuman 4 tahun penjara.

Hukum residivis, dalam Pasal 144 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dijelaskan dalam ayat (1) Setiap orang yang dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun melakukan pengulangan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111, Pasal 112, Pasal 113, Pasal 114, Pasal 115, Pasal 116, Pasal 117, Pasal 118, Pasal 119, Pasal 120, Pasal 121, Pasal 122, Pasal 123, Pasal 124, Pasal 125, Pasal 126, Pasal 127 ayat (1), Pasal 128 ayat (1), dan Pasal 129 pidana maksimumnya ditambah dengan 1/3 (sepertiga). (Tok)

Kantor SPSI Jatim Didemo
Jelang Tahun Baru 2018, Angkutan Barang Libur 12 Jam