IAKMI Soroti Reklame Rokok di Surabaya

IAKMI Soroti Reklame Rokok di Surabaya

Potretkota.com - Ramainya iklan rokok dijalanan, ataupun di tempat perbelanjaan, jadi perhatian khusus TCSC (Tobacco Control Support Centre) Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).

Ketua TCSC-IAKMI Jatim Dr. Santi Martini, dr., M.Kes, menjelaskan, anak kecil merokok bukanlah hal baru di Indonesia. Dikarenakan, penerapannya Perda Surabaya No 5 Tahun 2008 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Kawasan Terbatas Merokok (KTM) sudah tidak relevan lagi dengan aturan yang ada di atasnya.

Konsep KTR sendiri, menurut Peraturan Pemerintah No 109 Tahun 2012, adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok, atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan atau mempromosikan produk tembakau.

Studi yang dilakukan Tim TCSC IAKMI Jatim pada akhir 2017 menyatakan bahwa dari 261 jalan di Kota Surabaya ada 87 jalan (33,33%) yang menampilkan iklan rokok berbagai jenis, antara lain billboard, baliho, videotron dan sejenisnya.

Dari 87 jalan yang menampilkan reklame rokok, jumlah absolut dari reklame rokok tersebut sebanyak 122 reklame. Lokasi terbanyak iklan rokok ada di wilayah Surabaya Selatan dan Surabaya Timur.

“Untuk itu kami mendorong DPRD Kota Surabaya segera mengamdemen Perda tersebut,” tegas Santi di Aula Sabdoadi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair), Selasa, (21/8/2018).

Sementara, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, Kurnia Dwi Artanti, dr., M.Sc menyebut , ada 7 jenis sarana yang dikategorikan sebagai KTR, yakni fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan.

“Perda sebelumnya hanya lima kawasan dan dalam hal ini kita dorong agar tempat kerja dan tempat umum masuk dalam Perda itu,” tambahnya. (Tio)

Malam Kemerdekaan, 31 Pemuda Keracunan Miras
Jazz Traffic Festival 2018 Usung Konsep Rock