Investasi Rp 2 Miliar, 6 Tahun Uang Nasabah Asuransi Sinarmas tak Cair
Kusdiyah, dan pengacaranya Sutrisno saat mendiskusikan kasus investasi di PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG.

Investasi Rp 2 Miliar, 6 Tahun Uang Nasabah Asuransi Sinarmas tak Cair

Potretkota.com - Kusdiyah (58) warga Dusun Selohan, Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan ini menjadi korban investasi di PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG, Cabang Malang.

Menurut Kusdiyah, saat itu dirinya ditawari langsung oleh Brian Arianto (45) selaku Senior Brand Manager PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG, Cabang Malang untuk melakukan investasi ditempatnya bekerja. Dengan janji, uang Rp 2 miliar yang diasuransikan akan bertambah dua kali lipat selama empat tahun. Tak hanya itu, pria kelahiran NTT ini juga menjanjikan, saat setor awal akan mendapat mobil Avansa.

"Sekitar bulan Januari 2012, saya didatangi Pak Brian dan dua orang untuk mengasuransikan uang saya ke Bank Sinarmas, Cabang Malang," kata Kusdiyah, didampingi pengacaranya Sutrisno, Rabu (3/1/2018).

Menurut Kusdiyah, uang sebanyak Rp 2 miliar didapatkan dari kompensasi pembebasan jalan Tol Pasuruan-Probolinggo. Kemudian, didepositokan ke Bank BRI. "Uang dari deposito bank BRI lalu saya pindahkan ke rekening Pak Brian di di Bank Sinarmas, Cabang Malang guna didaftarkan ke Asuransi Sinar Mas," katanya kepada Potretkota.com.

Setelah uang ditransfer, janji mendapatkan mobil Avansa gagal. Kusdiyah, hanya digantikan mobil Xenia. Tidak hanya itu, setelah enam tahun berjalan, uang yang sudah ditransfer tidak bisa dicairkan di Asuransi Sinar Mas.

"Ini sudah 6 Tahun persis uang saya tidak bisa dicairkan," keluh Kusdiyah.

Sementara, pengacaranya Sutrisno menduga, ada penipuan dalam kasus ini. "Kami berharap masalah ini cepat terselesaikan oleh Pihak PT Asuransi Jiwa Sinarmas," tegasnya, dengan melakukan deadline 14 hari kerja agar kasusnya terselesaikan.

Terpisah, Rahadian perwakilan PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG pada Sutrisno mengaku, uang Kusdiyah yang masuk management sekitar Rp 1,2 miliar, bukan Rp 2 miliar.

"Memang benar Brian mengikutkan asuransi, dan di pecah menjadi 14 polis dengan nama yang berbeda-beda dengan nilai sekitar Rp 1,2 miliar. Bukan 2 miliar," terang Rahadian, masih mengupayakan pencairan dana nasabah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). (Tio)

577 PSHT Ikuti Kejuaraan Pencak Silat ITS Cup 2018
Kinerja Ketua PBSI Jatim Dikeluhkan