IPDA Djoko Susanto: Tersangka Konsultan Pajak Sudah SOP

IPDA Djoko Susanto: Tersangka Konsultan Pajak Sudah SOP

Potretkota.com - Tidak terima jadi tersangka kasus penipuan dan penggelapan, Konsultan Pajak Leny Anggreini praperadilankan Polsek Gubeng.

Kapolsek Gubeng Kompol Sudarto melalui Kanit Reskrim Polsek Gubeng, IPDA Djoko Susanto SH mengaku, tidak keberatan dengan praperadilankan tersebut. Menurutnya ini hanyalah kasus hutang piutang saja. "Ini kasus awalnya utang piutang", akunya pada Potretkota.com ditemui di Mapolsek Gubeng, Senin (11/12/2017).

Dijelaskan Djoko, kasus berawal saat korban Salim Himawan dan tersangka Leny melakukan kerjasama, sehingga korban meninjam uang kepada tersangka Leny sebesar Rp 500 juta. Namun ternyata, uang tersebut bukan milik Leny, melainkan milik Elizabeth yang merupakan teman Leny. Salim sempat membayar utang ke Elizabeth sebesar Rp 300 melalui BG yang cair. Tetapi Leny masih menagih ke Salim Rp 500 juta.

Merasa ditipu istri Salim melaporkan Leny ke Polsek Gubeng dengan tuduhan penipuan dan penggelapan. Laporan Polisi No: LP/240/B/IX/2017/JATIM/RESTABES-SBY/SEK-GBG tanggal 19 September 2017.

"Sehingga kami pihak kepolisian respon atas laporan Masyarakat. Kami proses awalnya sebagai saksi namun setelah gelar pekara, bukti - bukti yang menguatkan serta beberapa keterangan saksi Leny statusnya di naikan menjadi tersangka", jelas Djoko.

Djoko menambahkan, bahwa penetapan tersangka Leny itu sudah sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) dan di kuatkan oleh bukti-bukti yang cukup. "Ada nota-nota yang dianggap bodong oleh Salim yang dibuat oleh Leny, menurut keterangan Salim kepada penyidik," pungkasnya.

Sementara, Leny mengajukan Praperadilan di Pengadilan Negeri Surabaya dengan No: 55/PRAPER/2017/PN.SBY tanggal 30 November 2017. Sidang praperadilan nantinya rencana di gelar pada hari Rabu besok. (Tok)

758 Pesilat PSHT Surabaya Naik Tingkat
Jaringan Listrik Dusun Kedung Dendeng Jombang Diresmikan