Jaksa Salah Ketik Dikomplain Pengacara

Terdakwa Disidang Karena Jebakan Polisi

Jaksa Salah Ketik Dikomplain Pengacara

Potretkota.com - Sidang dengan terdakwa Rizka Soeilistina dan Mochammad Irsyadul Ibad merupakan gambaran kemunduran Jaksa dari Kejati Jatim. Sebab, salah ketik dalam proses penuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Sudarsana dan Mahfud Effendi jadi buah bibir pengacara terdakwa.

Menurut Tri Purwanto pengacara terdakwa, isi surat tuntutan Jaksa dengan pelimpahan No: PDM-393/Euh.2/03/2018, perkara No 917/Pid.Sus/2018/PN SBY, seharsnya hanya ada dua terdakwa dengan barang bukti ineks. “Tetapi fakta persidangan Jaksa malah menyebut empat terdakwa dan menunjukkan barang bukti berupa sabu-sabu (dengan tuntutan 9 tahun penjara, red),” katanya, Kamis (2/8/2018).

Karena itu, kepada Ketua Mejelis Hakim Pesta PH Sitorus, SH., M.Hum, pengacara terdakwa meminta agar kliennya dibebaskan dari hukuman. “Berdasarkan surat tuntutan yang kabur dari JPU, kami sebagai penasehat hukum terdakwa memohon kepada majelis hakim untuk membebaskan terdakwa dari segala tuntutan,” ucapnya.

Mendengar komplain dari pengacara terdakwa, hakim meminta agar jaksa dalam waktu seminggu segera membuat surat tangapan dengan benar. Dalam kesempatan itu, Jaksa Putu Sudarsana mengamininya. "Seminggu ke depan yang mulia, kami akan memberikan tanggapan," ujarnya.

Sementara, usai persidangan Jaksa Putu Sudarsana kepada Potretkota.com dengan buru-buru mengaku, membenarkan kekeliruan tersebut. “Terkait surat tuntutan, saya salah ketik. Tapi nomer dan tanggal sudah benar semua,” akunya.

Untuk diketahui, dalam dakwaan dijelaskan, dituding seringnya terdakwa Rizka Soeilistina bertransaksi narkoba di kawasan Dukuh Kupang Surabaya, jadi sorotan sendiri oleh anggota Polda Jatim.

Anggota Reskoba Polda Jatim Agus Wahyudi dan Desy Rosmauli kemudian melakukan penyamaran sebagai pembeli. Setelah melalui proses perkenalan, akhirnya petugas yang menyamar meminta untuk dicarikan ekstasi atau ineks. Saat itu, anggota Polda Jatim meminta dicarikan ineks 5 butir, dan oleh terdakwa Rizka disepakati perbutir harga Rp 350 ribu.

Setelah sepakat, anggota Polda Jatim yang menyamar sebagai pembeli lalu memberikan down paymen (DP) Rp 1 juta, sisanya dibayar setelah ineks 5 butir ada. Rizka kemudian menghubungi Ibad, untuk menjadi narahubung ke pengedar ineks Susi (buron). Setelah sepakat, 5 butir ineks kemudian dikirim didepan rumah makan kawasan Dukuh Kupang Surabaya. Ineks kemudian diberikan Susi melalui anaknya yang masih berusia sekitar 6 tahun kepada Rizka.

Mendapatkan ineks berlogo boneka keropi, Rizka kemudian memanggil pembeli yang tidak taunya anggota Polda Jatim. Akibatnya, baik Rizka dan Ibad dijerat Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Yon)

300 Uang Palsu Dolar Amerika Dijual Rp 100 Juta
PT Golden Indah Pratama Selundupkan 50.664 Miras