Jaringan Sabu Medaeng Dihukum 8 Tahun Penjara

Jaringan Sabu Medaeng Dihukum 8 Tahun Penjara

Potretkota.com - Hanya meminjamkan rekening untuk transaksi sabu, Wiwin Windayanti (21) oleh Ketua Majelis Hakim Yulisar diganjar hukuman 8 tahun penjara. Putusan ini lebih ringan, karena sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsu J. Efendi dari Kejari Surabaya, menuntutnya dengan dengan hukuman 12 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara.

"Menjatuhkan hukuman 8 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 2 bulan penjara," ujar hakim Yulisar, di ruang Kartika 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (5/6/2018) kemarin.

Mendengar putusan hakim, Wiwin Windayanti spontan hanya bisa meneteskan air matanya. "Pikir-pikir majelis," singkat terdakwa Wiwin, setelah berunding dengan kuasa hukumnya.

Dalam kasus ini, terdakwa Wiwin Windayanti didakwa Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Untuk diketahui, Wiwin Windayanti ditangkap karena dianggap menjadi jaringan Andik Budiman, suami sirinya sendiri yang menjadi terpidana dan mendekam sementara di Rutan Medaeng. Bersama komplotannya, karena kedapatan menyinmpan 84,854 gram sabu, Andik Budiman ditangkap dan dihukum 6 tahun penjara, Kamis (24/8/2017)

Bukannya sadar akan ulahnya, saat di Rutan Medaeng Andik Budiman kembali berulah. Warga Jalan Simo Gunung Barat 3 Surabaya ini, ingin kembali kaya menjual narkoba. Andik Budiman saat mendekam dipenjara, kemudian menghubungi istri sirinya Wiwin Windayanti dan meminta agar rekening bank terdakwa bisa dipakai transaksi sabu-sabu.

Setelah itu, Andik Budiman menghubungi rekannya pasangan suami istri Aditya Dani Lesmana dan Tamara Rina Rosadi, agar mau menjadi rekan bisnisnya. Dalam transaksinya, Andik menjual sabu Rp 950 ribu, dengan pembayaran melalui rekening terdakwa Wiwin Windayanti. Jual beli sabu jaringan ini tak lama diendus Polrestaes Surabaya.

Andik Budiman, diganjar 10 tahun penjara. Aditya Dani Lesmana 9 tahun penjara dan Tamara Rina Rosadi dapat hukuman 8 tahun penjara. (Tio)

KPK Umumkan Wali Kota Blitar dan Bupati Tulungagung Tersangka
Kepedulian Keluarga Besar Pandu Tetap Terjaga