Kalah Lelang, PT MPI Garap Rusun Gunung Anyar

Kalah Lelang, PT MPI Garap Rusun Gunung Anyar

Potretkota.com - Meski kalah dalam lelang Pembangunan Gedung Type B1 Rusun Gunung Anyar (Lanjutan) yang ditetapkan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Pemkot Surabaya, PT Mustika Persada Indah (MPI) tetap sebagai pelaksana proyek.

Hal itu jelas terlihat saat Poretkota.com bertandang melihat Rusun yang diklaim berdiri diatas tanah waris Toekilah. Dalam papan proyek, terpampang pemenang lelang PT Tectonia Grandis yang menawar Rp 19.5 miliar.

“Ini satu group, PT Mustika Persada Indah dan PT Tectonia Grandis,” kata pekerja proyek yang namanya enggan di-online-kan, Sabtu (11/4/2020) malam.

Hasil penelusuran Potretkota.com, PT Mustika Persada Indah, berada di Jalan Simo Gunung Barat Surabaya. Karena satu alamat, tak heran jika perusahaan ini disebut-sebut dikelola oleh satu keluarga, yakni Teguh Hardiyanto (40) sebagai Komisaris, Trisna Hadijaya (35) selaku Direktur Utama dan Hendra Kristianto (25) jadi Wakil Direktur Utama.

PT Tectonia Grandis berkantor di Jalan Gayungsari Timur X No 2 Surabaya dikelola oleh Penanggung Jawab Badan Usaha (PJBU) Muhammad Amin (67), Komisaris Jeihan Ar Royan (27) dan Komisaris Utama Kemal Akbar (34). Jeihan Ar Royan dan Kemal Akbar memiliki alamat yang sama, di Jalan Semolowaru Tengah Surabaya.

Proyek dengan 89  peserta dimenangkan oleh PT Tectonia Grandis, Meski PT Mustika Persada Indah jadi peserta yang tidak menang tender, namun tetap saja mengerjakan proyek lanjutan Rusun Gunung Anyar senilai Rp 19,5 miliar.

Namun sayang, baik Aba Amin sapaan akrab Muhammad Amin maupun Trisna Hadijaya, saat dikonfirmasi atas proyek Rusun Gunung Anyar memilih bugkam.

BARITA TERKAT: Sengketa Rusun Gunung Anyar Masih di Polda Jatim

Perlu diketahui, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Pemkot Surabaya membuat proyek Rusun Gunung Anyar (Lanjutan) dengan Nilai HPS Paket Rp 19, 8 miliar.

Dari 89 peserta, PT Mustika Persada Indah yang memilik urut peserta no 85 kalah tender. Proyek ini kemudian dimenangkan oleh PT Tectonia Grandis, yang menawar Rp 19,5 miliar. (Qin)

Kodim Lamongan Sumbang Ribuan Masker dan APD
Sekda Pasuruan Akui Satgas Corona Tidak Sempurna