Kepala Bappeko Surabaya Diperiksa Kejaksaan
foto: Kasi Intelijen Kejari Tanjung Perak, Lingga Nuarie.

Pemeriksaan RT/RW-Anggota DPRD Bergilir

Kepala Bappeko Surabaya Diperiksa Kejaksaan

Potretkota.com - Setelah awal tahun 2018 Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya memeriksa dugaan korupsi Belanja Hibah Jaringan Asprirasi Masyarakat (Jasmas) anggaran tahun 2016, kini Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Andi Ardhan, menyampaikan 9 pejabat Pemkot Surabaya sudah dilakukan pemeriksaan.

"Penyidik sudah meminta keterangan sembilan pejabat dari Pemkot Surabaya," kata Andi Ardhan diamini Kasi Intelijen Kejari Tanjung Perak, Lingga Nuarie, Rabu (4/4/2018).

Dari 9 orang kepala dinas yang diperiksa, salah satu diantaranya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Agus Imam Sonhaji. "Iya benar," singkat Andi Ardhan.

Namun, Andi Ardhan belum bisa memastikan jika Agus Imam Sonhaji bersalah. "Belum tentu ada kesalahan terhadap Kepala Bappeko, kan ada bagian-bagaian semua tergantung tupoksinya," dalihnya.

Sayangnya, Kejari Tanjung Perak Surabaya tidak membeberkan nama lain pejabat yang diperiksa. "Mereka kami mintai keterangan sesuai dengan bidangnya masing-masing, terkiat verifikasi maupun administrasi tentang penyaluran dana hibah ini," tambah Lingga.

Lingga mengaku, setelah memeriksa pejabat Pemkot Surabaya, penyidik berencana memeriksa RT/RW hingga anggota DPRD Surabaya. "Mereka dipanggil guna diminta keterangan,"pungkasnya.

BACA JUGA: Jasmas 2016 Diduga Dikendalikan Calo

Seperti diketahui, dalam membongkar Jasmas 2016, pihak Kejari Tanjung Perak Surabaya menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam temuan BPK, terdapat perhitungan yang tidak wajar, sehingga dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Penyelidikan penyelewangan dana Jasmas ini mulai dilakukan pada 8 Februari 2018 lalu, berdasarkan surat perintah Nomor Print-01/0.5.42/Fd.1/02/2018 yang telah ditanda tangani Kajari Tanjung Perak, Rachmad Supriady, SH, MH. 

Dari referensi Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Surabaya Tahun 2016, No 63.C/LHP/XVIII.SBY/05/2017, tanggal 29 Mei 2017, dalam uji petik yang dilakukan BPK di Kelurahan Tanah Kali Kedinding Surabaya, penerima hibah diarahkan oleh penyedia untuk membuka rekening di Bank Jatim Cabang Pasar Atom. Selanjutnya, penerima hibah dengan didampingi pihak penyedia, langsung memindahbukukan dana hibah yang diterimanya ke rekening penyedia atas nama ASJ. Penerima hibah kemudian menerima barang dari ASJ secara bertahap. ASJ mengaku telah mengurus semuanya mulai dari pengajuan proposal hibah sampai dengan pembuatan laporan pertanggungjawaban hibah.

Tak heran jika pembelian barang yang berupa sound system lengkap, lampu, terop, kursi plastik, meja plastik, meja besi, kondisinya kurang memuaskan, kualitas penyambungan meja besi dan pengecatan terkesan seadanya. Hal tersebut terkesan bertentangan dengan Peraturan Walikota Surabaya No 25 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemberian Dan Pertanggungjawaban Hibah Dan Bantuan Sosial. (Tio)

Sabu Import Gagal Masuk Surabaya
Perampok Sadis Antar Provinsi Ditembak Mati