Ketua Ormas di Lampung Tewas Bersimbah Darah

Ketua Ormas di Lampung Tewas Bersimbah Darah

Potretkota.com - Seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah di Jalan Ir Sutami, Kampung Purwodadi, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung, Lampung, Minggu (3/7/2022) petang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui bernama Hapiturahman (40), warga Kaliasin, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.

Hapiturahman yang diketahui merupakan ketua organisasi masyarakat (Ormas) di Bandar Lampung tersebut diduga menjadi korban pembunuhan.

Korban tewas bersimbah darah dengan sejumlah luka bekas sabetan senjata tajam. Tidak hanya Hapiturahman, Udin (39) warga setempat mengatakan bahwa ada dua korban lainnya yang juga mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian tubuhnya.

Menurut keterangan Udin pristiwa tewasnya korban terjadi berawal ketika korban sedang menghadiri undangan acara pernikahan di Kampung Sukajadi, Kelurahan Way Gubak, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung.

Tidak berselang lama, korban terlibat perselisihan dengan seorang laki-laki yang diketahui warga Jalan Ir Sutami, Gang Martini, Way Laga, Sukabumi, Bandar Lampung. "Karena diduga korban tidak terima, korban dan teman-temannya mendatangi orang yang tadi ribut berselisih dengan korban," kata Udin.

Udin menjelaskan, sesampainya di lokasi, koban dan rekan-rekannya mendapati ada kegiatan syukuran di rumah ketua organisasi masyarakat juga. Kemudian seorang warga meminta korban dan rekan-rekannya untuk pergi meninggalkan lokasi.

"Pas mau ninggalin lokasi itu, tiba-tiba sekelompok pemuda sambil membawa senjata tajam sejenis golok dan celurit menyerang para korban. Sehingga korban tewas dan dua lainnya luka-luka," ujar Udin.

Sementara itu, Kapolsek Sukarame Kompol Warsito membenarkan telah terjadi penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal. "Ya benar, penganiayaan sampai korban meninggal. Tapi kalau lihat lukanya sendiri saya belum tahu karena saya belum ke rumah korban," ujar Kompol Warsito, Minggu malam (3/7/2022).

Kompol Warsito mengatakan, dirinya belum mengetahui secara pasti seperti apa kronologis terjadinya penganiayaan sampai korban tewas. Saat ini pihaknya masih di lokasi kejadian untuk mencari informasi.

Menurut Kompol Warsito, karena Informasinya masih simpang siur. Jadi anggotanya saat ini masih di lokasi mengumpulkan informasi. "Dugaan juga saya belum tahu karena masih menunggu keterangan warga. Saya masih koordinasi dengan tim gabungan Polresta Bandar Lampung dan masih dalam penyelidikan," ungkap Kompol Warsito. (Rio)

Standar Layanan Terminal Peti Kemas Jadi Prioritas
Polres Lamongan Sosialisasi Budaya Tertib Berlalu Lintas