Klasifikasi Perkara SIPP PN Surabaya Tidak Sesuai

Klasifikasi Perkara SIPP PN Surabaya Tidak Sesuai

Potretkota.com - Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) merupakan aplikasi pengadministrasian atau website informasi untuk masyarakat umum atau para pihak yang membutuhkan data mengenai perkara pidana, perdata, baik itu tingkat pertama hingga putusan berakhir.

Media penelusuran perkara ataupun media penelitian ini juga sangat diperlukan bagi awak media yang biasa bertugas di pengadilan. Namun sayangnya, informasi yang disuguhkan sering kali tidak mendetail, bahkan klasifikasi perkara terkedang tidak sesuai dengan isi data umum yang terdapat dalam SIPP.

Hal ini dapat dlihat dalam perkara Nomor 2707/Pid.B/2020/PN Sby dengan terdakwa Bangkit Christiyan Prastya, Ahmad Dodik Ardiansyah dan Muhammad Artani Hasbi. Terlihat, dalam SIPP di Pengadilan Negeri Surabaya, klasifikas perkara yang terregister 2 Desember 2020 merupakan kasus pencurian. Namun saat dilihat isi data umum yang dipegang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sulfikar dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya adalah kasus narkoba.

Bangkit Christiyan Prastya, Ahmad Dodik Ardiansyah dan Muhammad Artani Hasbi sendiri tertangkap saat pesta sabu-sabu di Jalan Bendul Marisi Surabaya. Ketua Majelis Hakim Gunawan mendengarkan bahwa JPU Sulfikar mendakwa para terdakwa dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Alasannya, para terdakwa saat ditangap saksi Ibnu Wiyanto dan Yefris Arya Bimantar menguasi barang bukti sabu berat 0,12 gram beserta klip plastiknya dan satu buah pipet kaca yang didalamnya masih berisi sisa sabu dengan berat 2,12 gram, Kamis 23 September 2020.

Saat dikonfirmasi persoalan tersebut, Humas PN Surabaya, Safri Abdullah mangaku masih mencari tau permasalahan. "Besok akan meneruskan," katanya singkat, Senin 21 Desember 2020. (Tio)

Managemen Phoenix Club & Singing Hall Diperiksa
Kaki Residivis Jambret Jalan Tidar ‘Digembosi’