KLHK Menahan Pembalak Kayu Ilegal di Raja Ampat

KLHK Menahan Pembalak Kayu Ilegal di Raja Ampat

Potretkota.com - Tim Operasi Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Maluku Papua berhasil menahan HN dan S. Dua pelaku illegal logging beserta 100 m3 kayujenis merbau (Intsiabijuga) berbagai ukuran sebagai barang bukti, di Perairan Kalwal Distrik Salawati Barat, Kabupaten Raja Ampat, 3 Februari 2020.

Petugas juga mengamankan KM Sumber Harapan III, tiga chainsaw, dan sepeda modifikasi sebagai alat dorong kayu. “Penyidik Balai Gakkum Wilayah Maluku Papua masih mendalami dan menuntaskan penyidikan kasusitu untuk mencari pihak lain yang terlibat,” kata Leonardo Gultom, Kepala Balai Gakkum Wilayah Maluku Papua, Kamis (6/2/2020).

Saat ini Petugas memindahkan barang bukti kayu olahan berbagai ukuran itu ke Pelabuhan Klalin untuk selanjutnya dihitung, serta dipindahkan k egudang. Penyidik PNS Balai Gakkum Maluku Papua akan menjerat HN dan S dengan Pasal 83 Ayat 1 Huruf b Jo. Pasal 12 Huruf e Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidan apenjara paling singkat 8 tahun dan paling lama 15 tahun, denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar.

“Kami akan terus memantau kegiatan pembalakan liar di wilayah Sorong dan Papua Barat pada umumnya dengan upaya pengawasan sert apencegahan dini dari semua pihak,” tegas Leonardo Gultom.

Di tempat terpisah Sustyo Iryono, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan menyatakan pentingnya hasil operasi ini untuk menyelamatkans umber day aalam dan ekosistem, “Operasi ini akan terus dilakukan untuk melindungi masyarakat, ekosistem dan menyelamatkan negara darikerugian,” paparnya. (Hyu)

Polda Jatim dan Dishub Soroti Wisata Cimory
Pemalsu KTP Dituntut 1 Tahun 3 Bulan Penjara