KMP Niki Sejahtera Muat Sabu 7.3 Kg

KMP Niki Sejahtera Muat Sabu 7.3 Kg

Potretkota.com - Sabu 7.300 gram dari Malaysia yang masuk di Surabaya, ternyata diselundupkan melalui jalur laur. Dari kapal cargo MV Selasih (Malaysia-Banjarmasin) dioper muat ke Kapal Motor Penumpang (KMP) Niki Sejahtera (Banjarmasin-Surabaya).

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso mengaku, sabu diselundupkan melalui Pelabuhan Klang Malaysia menuju pelabuhan Banjarmasin kemudian dikirim ke Surabaya, Jawa Timur.

"Barang haram tersebut dibawa oleh (ABK) Kapal MV Selasih berinisial ARW," kata Kepala BNN Budi Waseso pada Potretkota.com, di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Tanjung Perak, Kamis (11/01/2018).

Dari Banjarmasin, sabu kemudian dibawa mobil Avansa Putih Nopol M 1386 AC yang ditumpangi ZN dan RHM, masuk ke KMP Niki Sejahtera. "Kurir yang turun dari sarana pengangkut dan sedang bergerak menuju pintu keluar Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Perak," terang Budi Waseso.

Sesampai di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, kurir ZN dan RHM dijemput oleh HSN. Ternyata HSN tidak sendiri, dari jauh dipantau pemesan inisial HMO dan IB, mengendarai Honda CR-V M 806 HA.

"Pada saat akan dilakukan upaya penindakan terhadap para pelaku yang dicurigai sebagai kurir dan pengendali, sekitar pukui 20.30 WIB, para pelaku melarikan diri," tambah Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim, Bambang Budi Santoso.

Namun, upaya melarikan diri sia-sia. ZN dan RHM yang mengendarai mobil Avansa Putih Nopol M 1386 AC, berhasil ditangkap di Jalan Kalimas Surabaya.

"Dalam mobil ditemukan 7 (tujuh) bungkus plastik kemasan susu masing-masing berisi serbuk warna putih dan tahan kuat, adalah jenis psikotropika jenis sabu-sabu seberat 7.300 gram (7,3 kg)," ungkap Bambang.

Dalam waktu bersamaan, HMO dan IB mengendarai Honda CR-V M 806 HA juga melarikan diri. "Tim dari BNNP Jatim melakukan upaya pengejaran terhadap pengendali jaringan sampai ke Jalan Pacar Kembang V Surabaya," ujar Bambang.

Setelah terdesak dan akan dilakukan upaya penangkapan, HMD dan IB melakukan parlawanan dengan cara menabrakkan mobilnya ke arah petugas, yang memaksa BNNP Jawa Timur melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga menyebabkan kedua palaku tewas.

"Anggota kami yang tertabrak mobil pelaku menjalani perawatan di rumah sakit," pungkas Bambang. (Tio)

Proyek PD Pasar Surya Ratusan Juta Mangkrak
Pemusnahan BB Narkoba Inkracht