Komparasi Minta Terbuka Penggunaan Dana Covid-19

Komparasi Minta Terbuka Penggunaan Dana Covid-19

Potretkota.com - Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pasuruan Transparansi Covid-19 (Komparasi) mendatangi gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Senin (2/8/2021). Mereka datang, meminta Ketua Gugus Tugas dan Ketua Pansus, Kabupaten Pasuruan untuk hadir dalam dialog soal penggunaan anggaran Covid-19 yang selama ini kurang terbuka.

Selain itu, meminta Gugus Tugas untuk mengevaluasi terkait ruang isotir (isolasi) yang ditempatkan di sejumlah sekolah, karena berdampak penularan virus corona bila pelajar masuk nantinya.

Kordinator Komparasi, Lujeng Sudarto menyampaikan banyaknya temuan dilapangan dan keluhan masyarakat membuat kami menantang gugus tugas supaya berani membuka data anggaran Covid-19 yang sudah digunakan. Karena selama ini data tersebut simpang siur. "Atas hal itu, berharap gugus tugas transparan, agar masyarakat tau kinerja selama ini dalam menggunakan anggaran Covid-19. Masalahnya penggunaan anggaran tersebut berpotensi tumpang tindih," katanya

Tak hanya itu, dikesempatan bersama Komisi IV dan Wakil DPRD Kabupaten Pasuruan, meminta segera memanggil Ketua Pansus dan Ketua Gugus Tugas untuk dialog bersama dengan disaksikan media.

"Ini dilakukan agar masyarakat luas tau dan ini juga demi kepentingan bersama. Perlu digaris bawahi, dulu pada tahun 2020 ada anggaran Rp 3,5 miliar dan kegunaanya tidak jelas rincianya. Dari situlah, dewan bisa menjadikan yurisprudensi untuk memanggil gugus tugas buka-bukaan data," terang Lujeng.

Senada disampaikan Aktivis Cinta Damai, Hanan meminta gugus tugas membeberkan data, berapa sih anggaran untuk sosialisasi. "Kalaupun itu besar dan selama ini Gugus Tugas tidak bisa menyerap anggaran maksimal, kenapa meminta recofusing. Ini kan tidak etis. Menjadi tidak etis kalau pemerintah tidak terbuka. Selain itu, soal aduan dari wali murid tentang tempat sekolah dijadikan ruang isotir. Ini harus diperhatikan, jangan nunggu keramaian baru diperhatikan. Ingat di Pasuruan Zona Merah," singkatnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Ruslan mengatakan terkait persoalan ini, pihaknya akan mengundang Gugus Tugas dan pansus biar transparan terkait anggaran. "Pihak Komisi IV belum mengantongi anggaran yang sudah terserap. Untuk itu, komisi IV sepakat dan terima kasih hasil temuan rekan-rekan aktivis dan media dilapangan," jelasnya. (Mat)

Pelindo 3 Bagikan Sembako Gratis Bagi Pengemudi Angkutan Umum dan Angkutan Daring
Polisi Selidiki Penebangan Sonokeling di Bangil