Koni Jatim Sosialisasi Bahaya Doping

Koni Jatim Sosialisasi Bahaya Doping

Potretkota.com -Agar bisa menjadi juara sejati dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 Papua, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur serius mencetak atlet berprestasi dengan cara-cara yang tidak menyalahi aturan hukum keolahragaan maupun pidana.

Kali ini, KONI Jatim menggelar acara Sosialisasi Doping kepada atlet dan pelatih Puslatda Jawa Timur di Gedung KONI Jatim, Surabaya, Kamis (28/12/2017).

Ketua KONI Jatim, Erlangga Satriagung mengatakan, kegiatan ini salah satu langkah antisipasi agar atlet Jatim dapat berprestasi dengan cara yang sportif. "Kita ingin agar atlet itu bisa menncapai puncak prestasi dengan cara yang benar, tidak ada kemudian pencabutan status juara untuk satu saja atlet Jawa Timur. Jangan sampe itu terjadi meskipun di PON Jabar sudah terbukti tidak ada," katanya pada wartawan.

Menurutnya, sosialisasi doping ini perlu diberikan agar atlet dapat mengetahui teknis penggunaan obat-obatan maupun suplementasi makanan dan minuman. Sebab, dari kasus di PON Jabar lalu ada banyak atlet yang tidak paham tentang penggunaan obat.

"Berita yang saya dengar 70-75 persen karena ketidaktahuan atlet, karena kesembronoan atlet dalam mengonsumsi nutrisi, vitamin dan sebagainya tanpa dikonsultasikan dengan dokter anti doping," jelas Erlangga.

Karena itu, ia mengingatkan agar para atlet sebelum mengonsumsi obat ataupun vitamin dapat berkonsultasi dengan dokter.

Sementara itu, Dewan Pembina Lembaga Anti Doping, Prof James Tangkudung, mengatakan jika para atlet sebelum mengonsumsi sesuatu harus mengetahui kandungannya. Sebab, jika tidak akan ada dampak negatif bagi kesehatan.

"Artinya sebaiknya kalau kita mau olahraga, kita makan dan minum apapun itu sebaiknya kita ketahuilah. Karena jika tidak itu bisa melanggar etika medis. Para atlet bisa terkena cancer dan sebagainya," jelas Prof James Tangkudung.

Karenanya, ia berpesan kepada atlet agar dapat berkonsultasi dengan pelatih dan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan. Karena, jika berlebihan atau tidak tahu kandungan bisa mengarah ke narkoba.

Selain itu, dalam acara ini juga digelar tes urine bagi atlet dan pelatih untuk mengecek indikasi doping dan narkoba pada atlet. (AH)

Kasus Narkoba di Surabaya Meningkat
Menyoal Kongkalikong Proyek Miliaran Rusunawa Penjaringansari