Koruptor PT Dok dan Perkapalan Ditahan Kejaksaan

Koruptor PT Dok dan Perkapalan Ditahan Kejaksaan

Potretkota.com - Para koruptor tangki pendam fiktif Koruptor PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) bernilai miliaran digelandang Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) dari Rutan Salemba ke tahanan Rutan Kelas I Surabaya di Kejati Jatim, Kamis (5/4/2018).

Mereka adalah, Mantan Dirut Ir M Firmasnyah Arifin, Mantan Direktur Administrasi dan Keuangan, Drs Nana Suryana Tahir, MM., Mantan Direktur Produksi, Ir I Wayan Yoga Djunaedy M.MT, Mantan Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha, Ir Muhammad Yahya.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kejari Tanjung Perak Surabaya Andi Ardhan, pada Potretkota.com mengaku, kasus pengadaan tangki pendam di Muara Sabak, Jambi ini, negara mengalami kerugian puluhan milliar rupiah. "Kerugiannya 3,3 juta USD atau 33 milliar rupiah," katanya diamini Kasi Intelijen Kejari Tanjung Perak, Lingga Nuarie, SH, MH.

Atas perbuatannya, para koruptor ini dijerat Jaksa dengan Pasal berlapis dijerat melanggar pasal 2 ayat (1) juncto, pasal 3 Juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 atas perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Juncto pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP.

Perlu diketahui, Dugaan korupsi ini bermula saat PT Dok dan Perkapalan Surabaya menandatangani kontrak dengan PT Berdikari Petro untuk melakukan pembangunan tangki pendam di Muara Sabak, Jambi dengan nilai proyek Rp 179.928.141.879.

Dalam pelaksanaannya, PT Dok dan Perkapalan Surabaya melakukan subkontrak kepada AE Marine, Pte. Ltd di Singapura dan selanjutnya merekayasa progress fisik (bobot fiktif) pembangunan tangki pendam.

Kemudian PT Dok dan Perkapalan Surabaya melakukan transfer sebesar USD3.9 juta kepada AE Marine. Pte, Ltd. Namun, dalam pelaksanaannya, justru tidak ada pekerjaan di lapangan atau di lokasi.

Dana tersebut justru digunakan untuk kekurangan pembayaran pembuatan dua kapal milik Pertamina kepada Zhang Hong, Pte. Ltd yang telah mempunyai anggaran tersendiri. Kontrak antara PT DPS dengan Zhang Hong. Pte, Ltd tidak sesuai dengan ketentuan pengadaan barang/jasa sehingga merugikan PT Dok dan Perkapalan Surabaya. (Tio)

Perampok Sadis Antar Provinsi Ditembak Mati
Ony Radjaloa Atlet Tembak dari Polri