Krisis Air, Warga Geruduk Balai Desa Gerbo

Krisis Air, Warga Geruduk Balai Desa Gerbo

Potretkota.com - Puluhan warga unjuk rasa ke kantor Balai Desa Gerbo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Selasa (11/2/2020) kemarin. Kedatangannya menuntut Kepala Desa bersikap terbuka soal anggaran desa dalam mengatasi Hippam (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum) yang selama ini sedang mengalami krisis air. Selain itu menuntut soal pelayanan yang selama ini dinilai buruk.

Dalam orasinya, Korlap asal Desa Gerbo, Agus menyampaikan aspirasinya bahwasanya masyarakat peduli Desa Gerbo, yang pertama minta kejelasan soal Hippam. Yang kedua minta transparan keberadaan dana kas desa. Yang ketiga juga minta hipam dikembalikan, biar Hippam dikelola sendiri ke Hippam. Karena selama berdiri tahun 1993, dari tahun ke tahun meskipun hujan masyarakat Gerbo tetap kekeringan kekurangan air. Hari ini kita unras atas nama desa dan kami minta keadilan

"Memang saat ini air mengalir tapi tidak merata. Padahal ini musim hujan. Sejak krisis air, kenapa perangkat tidak mengajak warga dalam memecahkan masalah air? Ini timbul pertanyaan. Untuk itu kami minta seluruh BPD bersikap transparan dalam menyampaikan persoalan yang ada. Jangan sampai ada yang main tutup-tutupan," kata Agus.

Selain itu, Agus juga menyampaikan bahawasanya ada unek-unek kalau Kades ini Arogan. "Dan dalam melayani masyarakat juga saya nilai buruk, kenapa demikian, dulu terjadi ada warga minta tanda tangan dipersulit hingga saksi kunci ini meninggal dunia. Kades juga tidak peduli dengan penderitaan masyrakat soal kekurangan air. Kami juga tidak ingin Gerbo minta bantuan kemanapun. Sebab anggaran desa Gerbo banyak. Untuk itu kita minta terbuka soal anggaran desa tersebut," terang Agus.

Perwakilan Desa BPD Gerbo, Sudir mengaku, selama menjabat menjadi sudah disampaikan yang jadi keluhan warga, salah satunya persoalan yang ada di tiga Dusun. "Kami juga menyampaikan solusi agar sumber air untuk di perbaiki mulai dari paralonya seyogjanya dapat merata," singkatnya.

Sementara Kades Gerbo, Sutrisno bertrimakasih atas kepedulian masyarakat yang selama ini menyampaikan keluhan masalah kekeringan air. "Soal kekurangan air kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Bahkan dua minggu yang lalu, kami datang minta pertolongan ke Dinas Cipta Karya. Dari Cipta karya kami di janjikan anggaran untuk kebutuhan air tahun 2021. Untuk itu, kami ingin beberapa orang ikut ke dinas biar tau omongan saya benar atau tidaknya. Kalau masyarakat menginginkan air Hippam dikembalikan ke pengelola, maka kami ga jadi masalah, akan tetapi kami perlu musyawarah dulu. Soal pelayanan saya kira yang diucapkan warga tidak benar. Karena selama 24 jam, saya siap melayani masyarakat" jelasnya. (Mat)

Kejaksaan Ancam Proses Hukum Ningsih Tinampi
Direktur Bank Prima Master Agus Tranggono Diadili