Kurniawan Setor Uang Kejahatan ke Tunangan

Kurniawan Setor Uang Kejahatan ke Tunangan

Potretkota.com - Sidang Pekara pembobol kartu kredit yang melibatkan puluhan remaja menjadi perhatian publik. Tak patut ditiru terdakwa Hendra Kurniawan sesuai sidang mengajungkan jari tengah kearah awak media sembari menjulurkan lidah di Ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (10/3/2020).

Sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Surabaya kali ini dengan agenda keterangan saksi. Saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni Dicky Arta Anugrah, Oe Tjo Jing (ayah Hendra Kurniawan) dan Novi (tunangan Hendra Kurniawan).

Dicky Arta Anugrah anggota Polri mengatakan, bahwa ada informasi dari masyarakat yang mencurigakan lalu ditindaklanjuti dengan menangkap 18 remaja di rumah di Jalan Balong Sari Tama C-1,RT 001,RW 005 Surabaya.18 Remaja tersebut melakukan kegiatan ilegal akses menggunakan data orang lain.

"Sesuai peran masing-masing sebagai penjual advertising atau iklan dijual dan membuat akun developer serta tim spam bertugas kirim data palsu juga akun developer melakukan pembayaran menggunakan data kartu kredit milik orang lain," kata Decky.

Sementara, Novi yang merupakan tunangan dari terdakwa Hendra Kurniawan mengaku, rekeningnya pernah dikirimi uang sebesar Rp.100 juta.Sebagai transporasi, terdakwa selama ini mengklaim memakai mobil Fortuner pribadinya dan juga Pajero atas nama Oe Tjo Jing.

Sementara terpisah Jaksa Penuntut Umum Novan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur saat dikonfirmasi terkait adanya peran Novi tunangan terdakwa dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), menjelaskan, bahwa Novi dulunya pernah dimintai tolong oleh terdakwa pijam ATM dengan alasan untuk pembayaran karyawan dan mobil itu disita untuk saat ini.

"Dari hasil iklan developer mencapai sekitar Rp 2,6 miliar," katanya kepada Potretkota.com, berbeda dengan dakwan, keuntungan selama membobol kartu kridit total Rp.6.175.958.600.

Tedakwa bekerja bersama timnya, yakni tim domain, Hiskia Rendy Perkasa, Alen Setyo Pratama, Dwi Pangestu dan Denis Aldinata. Tim Developer, dengan anggota Hendro Mastriadji, David Zakaria dan Adit Ega Saputro. Tim Spammer, dengan anggota Ananda Eka Bachtiar alias Bogel dan Cakra Dahana Arya Wangsa. Tim Advertising, dengan anggota Mochamad Teguh Prabawa, Gilang Pramudya Widodo, Dwi Andy Budianto, Ahmad Fahmi Mubarok, Muhammad Andhi Firmansyah dan Muhammad Shaifullah Nirwan. Sedangkan bagian programmer yaitu Yudi Maulana.

Atas perbuatan kedua terdakwa JPU Rakhmawati Utami mendakwa dengan Pasal 32 ayat (1) juncto pasal 48 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) juncto Undang-Undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 serta juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Tio)

Reni Astuti Siap Maju Pilwali Surabaya 2020
Warga Menyoal Tambang PT Agung Satriya Abadi