Lahan BBWS Brantas di Surabaya Disoal
foto: Pojokan Jalan Kayoon

Lahan BBWS Brantas di Surabaya Disoal

Potretkota.com - Gerakan yang mengatasnamakan Solidaritas Satu Cita (SSC), mensomasi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Alasannya, banyak aset di wilayah Surabaya yang diduga dimanfaatkan pihak swasta untuk meraup keuntungan.

Ketua Umum SSC Abul Walid A Rahman mengaku, persoalan ini diketahui sudah berpuluh-puluh tahun. "Anehnya, sampai sekarang bangunan yang berdiri ditanah aset BBWS tetap bertahan," katanya.

Pria 23 ini menyebut, ada dugaan lokasi BBWS Brantas di Surabaya, Jalan Kayoon, Jalan Karah, ataupun lokasi lain wilayah Kementerian PUPR terdapat bangunan liar ataupun bangunan yang dikomersilkan. "Kalau ada bangunan liar (bangli) kami takutnya mencemari sungai. Kalau lahan disewakan, uangnya apa masuk negara?" ujar Rohman sapaan akrabnya bertanya-tanya, terlebih, lahan milik BBWS Brantas disebutnya dipakai beberapa pengusaha Rekreasi Hiburan Umum (RHU) menjual minuman mabukan dari sore hingga malam hari.

Untuk itu, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai dan aturan perundang-undangan lainnya, SSC minta agar somasi yang sudah dikirim untuk ditindaklanjuti. "Kami minta agar beberapa tuntutan dan juga oknum BBWS Brantas yang memanfaatkan aset negara segera ditindaklanjuti," tegasnya.

Jika somasi diabaikan, Ketua Umum SSC mengancam akan demontrasi dikantor BBWS Brantas Jalan Raya Menganti Wiyung Surabaya.

Sebelumnya, Desember 2020 BBWS Brantas menyurati ratusan pedagang agar keluar dan menghentikan usahanya. Namun, upaya pengosongan tersebut ditolak lantaran para pengusaha yang berdiri dilahan negara tersebut telah menggantungkan nasibnya selama bertahun-tahun.

Kepala BBWS Brantas Muhammad Rizal pun saat itu tidak bisa berbuat apa-apa setelah para pengusaha dan pekerja mengadu ke DPRD Jatim. Pihaknya tidak akan melakukan penggusuran dan mengembalikan fungsi peruntukan sepadan sungai, mengingat ada masalah sosial yang terjadi saat Pandemi.

Sembilan bulan kumudan, Senin, 27 September 2021, BBWS Brantas bersama Kejaksaan Negeri (Kerjari) Sidoarjo, TNI-Polri dan Satpol PP Kabupaten Sidoarjo melakukan penertiban sempadan Sungai Bulak di Dusun Tambakbulak, Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo. (Hyu)

Kejari Bangil Beri Penyuluhan Hukum Jagobangdes
Ngaku Lajang, Linda Leo Darmosuwito Jadi Pesakitan