Lukman Jual Sertifikat Palsu Dibantu Notaris Olivia

Lukman Jual Sertifikat Palsu Dibantu Notaris Olivia

Potretkota.com - Lukman Dalton bin Oman Doman diseret ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya karena bersekongkol dengan Notaris Olivia Sheerline menjual sertifikat palsu sehingga Hendra Thiemailattu mengalami kerugaian Sebesar Rp 38 miliar.

JPU Darwis dalam sidang ini menghadirkan saksi Hendra dan Notaris Olivia Sherline Wiratno (berkas terpisah). Olivia Sherline dianggap majelis hakim berbelit-belit, karena saksi hanya mengakui kalau perbuatannya membalik nama sertifikat milik terdakwa Lukman Dalton ke atas nama pembeli tanah yaitu Hendra Thiemailattu.

"Saya hanya tahu tentang balik nama pada lahan tanah yang di Pakal saja yang mulia," elak Olivia Sherline, di ruang Tirta 2 PN Surabaya, Rabu (24/2/2021).


Karena dianggap berbelit, Ketua Majelis Hakim Gunawantri pun geram. "Saudara sudah disumpah, dan saudara juga tersangkut dalam masalah ini, jadi berikan kesaksian yang benar, agar tidak mempersulit saudara nantinya," ujar hakim kepada Olivia.

Ketua Majelis juga mempertanyakan kepada Olovia Sherline, kebenaram 5 sertifikat palsu yang ditunjukkan JPU berasal dari kantornya. "Iya, 5 sertifikat itu yang dari kantor dan saya belum mendatangi kantor BPN," sautnya.

Karena itu, Ketua Majelis menganggap jika Olivia Sherline melanggar profesi Notaris. "Anda sebagai PPATK sudah melangar profesi," timpalnya.

Mendapati kritikan Ketua Majelis, notaris Olivia Sherline hanya terdiam.

Sementara, Hendra menjelaskan awal Lukman menjual tanah dengan luas 29.400 M2 di Gunung Anyar Tambak Surabaya. Notaris Olivia Sherline Wiratno, SH meyakinkan kepada Hendra Thiemailattu, jika SHM-nya telah di cek in di Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan telah dilakukan pengembalian batas.

Atas penjelasan tersebut, Hendra tertarik dan terjadilah negosiasi harga dan disepakti sebesar Rp 14 miliar. Kemudian pada bulan Mei 2017 Hendra diminta oleh terdakwa untuk membayar sebesar Rp 14.5 miliar, termasuk biaya Notaris Olivia Sherline Wiratno.

Selanjutnya pada tanggal 31 Mei 2017, Hendra melakukan pembayaran dengan menggunakan cek bank Rp 14.5 miliar dan diterima Olivia Sherline. Setelah menyerahkan cek tersebut, beberapa minggu kemudian SHM atas tanah tersebut diserahkan dan dibalik namakan Hendra.

Pada bulan Mei 2017, saksi Hendra ditawari kembali oleh saksi Alek, terdakwa Lukman menjual tanahnya di daerah Gunung Anyar Tambak, seluas 42.000 M2, SHM, dengan harga 25 miliar. Saksi Hendra kemudian membayar dengan cek 5,5 Rp miliar, dan sisanya 20 miliar dibayar Hendra dengan asetnya juga di Gunung Anyar Surabaya.

Saat saksi Hendra ingin menjual bidang tanah di Gunung Anyar, dengan calon pembeli lalu mengecek lokasi, ternyata gambar SHM dengan lokasi tidak cocok. Hendra kemudian komplain ke terdakwa. Dengan tipu muslihat, terdakwa menjanjikan akan mengganti tanah dilokasi, Trosobo Sidoarjo. 12 SHM itu diakui milik terdakwa dan disepakati harga Rp 49,8 miliar. Karena itu Hendra tinggal membayar 34 miliar.

Saat dibuatkan balik nama SHM di Notaris Olivia, saksi Hendra sudah mulai curiga, atas SHM tersebut. Saat Hendra mengecek di Notaris temannya, ternyata SHM tersebut palsu.

Saat Hendra komplain ke terdakwa Lukman, kembali terdakwa dengan tipu muslihatnya, menukar dengan tanah yang di wilayah Pakal luas 10,260 M2, wilayah Kalijudan luas 1350 M2, 1410 M2, 1525 M2, 1500M2, 1430 M2, semuanya masih atas nama Sutrisno. Terdakwa Lukman mematok harga Rp 126.350.000.000.

Hendra mengaku telah menyetor uang sejak bulan Mei 2017,sampai bulan Juli 2019, dengan total nilai Rp 38.061.515.750, termasuk pembayaran pajak total sebesar Rp 981.515.750.

Mengetahui seluruh SHM yang saksi Hendra terima adalah palsu sehingga saksi Hendra memberikan Kuasa kepada Djayanto Irawan, untuk melakukan pengecekan ke BPN dan melaporkan perkara ini ke Polisi.

Atas Perbuatannya JPU mendakwa dengan Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Mereka (Lukman dan Olive) harus dihukum," tegas Hendra usai sidang. (Tio)

Awas! Puluhan Massa Demo Rumah Kapolda Jatim
Akibat Jual Gerobak, Hau Thye Joon Dituntut 7 Bulan