Majelis Hakim Kabulkan PKPU Graha Indah Jaya

Majelis Hakim Kabulkan PKPU Graha Indah Jaya

Potretkota.com - dalam amar putusan, Ketua Majelis Hakim I Ketut Tirta menyatakan PT Graha Indah Jaya (GIJ) ) dalam keadaan PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang), Kamis 22 Oktober 2020.

Penasehat hukum Paguyuban Pembelian Proyek Simpoa (P2S) Tri Ari Sulistyawan menyatakan, bahwa PT GIJ sudah jatuh dalam PKPU sementara dalam 45 hari untuk mengajukan proposal untuk penyelesaian terhadap kreditur yang mengajukan tagihan.

"Untuk itu PT GIJ segera mengajukan proposal yang realistis dimana tujuan PKPU adalah perdamaian apabila proposal realistis maka kami sebagai kuasa yang mewakili kreditur akan menerima dan apabila bertele-tele serta tidak logis,Kami tidak akan setuju," kata Ari Sulistyawan saat jumpa pers disalah satu rumah makan kawasa Dharmahusada Surabaya, Sabtu (31/10/2020) kemarin.

Ari menambahkan, agar para kreditur segera bergabung dengan P2S untuk melakukan tagihan kepada PT Graha Indah Jaya, karena dengan dikabulkan PKPU ada kepastian hukum dan apabila terjadi kepailitan maka para kreditur bisa mendapatkan haknya secara maksimal.

Sementara Yulia selaku Koordinator P2S menyeruhkan kepada seluruh kreditur PT Graha Indah Jaya segera mengajukan tagihannya sebelum tanggal 4 November 2020. Oleh karena itu Paguyuban P2S membuka posko bagi para korban yang bersedia untuk dibantu dalam mengajukan tagihan kepada PT Graha Indah Jaya. "Kami akan membuka posko selama dua hari di Jalan Kalijudan Taruna 4 No 41 Surabaya," serunya.

Untuk diketahui, perkara Paguyuban Pembeli Proyek Simpoa (P2S) sudah 3 tahun bergulir dan sudah melakukan berbagai upaya hukum dan salah satunya Permohonan PKPU terhadap salah satu yang terafiliasi dengan Simpoa yaitu PT Graha Indah Jaya Nomer 74/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Sby, tertanggal 14 Agustus 2020.

Adapun permohonan PKPU tersebut telah dikabulkan oleh Hakim Pengadilan Niaga di Surabaya dengan amar putusan pada tanggal 22 Oktober 2020 sebagai berikut:

  1. Mengabulkan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dari Pemohon PKPU tersebut,
  2. Menetapkan Termohon (Debitor) PT Graha Indah Jaya dalam keadaan PKPU Sementara selama 45 hari terhitung sejak tanggal putusan diucapkan,
  3. Menunjuk Sdr. Pesta Partogi H. Sitorus, SH, MH, Hakim Niaga pada Pengadilan Niaga Surabaya sebagai Hakim Pengawas,
  4. Mengangkat saudara ROBERTUS MANURUNG, S.H, M.H, saudara MUHAMMAD FADHIL PUTRA RUSLI, SH, saudara MUHAMMAD ARFA, SH, sebagai PENGURUS dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) PT Graha Indah Jaya,
  5. Menangguhkan biaya permohonan Penundaan Kewajiban pembayaran Utang (PKPU) ini sampai dengan Penundaan kewajiban pembayaran Utang (PKPU) dinyatakan selesai.

Sementara, salah satu kreditur Hendra mengaku, bahwa ia sudah membeli salah satu proyek Simpoa Apartemen New Mount Afatar di daerah Gunung Anyar Tambak seharga Rp 260 juta dan sudah lunas, tapi belum serah terima.

"Ternyata hingga saat ini belum ada pembangunan sama sekali dan saya merasa dirugikan terkait pekara tersebut," keluhnya kepada Potretkota.com. (Tio)

Tim GIAT Sesalkan Kinerja Bawaslu Kota Pasuruan
3 Bayi Singa Afrika Lahir di Taman Safari