Menang Putusan Sela, Hanura Surabaya Dirombak

Menang Putusan Sela, Hanura Surabaya Dirombak

Potretkota.com - Perpecahan internal di Partai Hanura terjadi, kubu Marsekal Madya (Purn) Daryatmo dan kubu Omar Sapta Odang (Oso). Tak heran jika kasus ini dibawa ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Dalam proses persidangan, dalam putusan sela akhirnya gugatan kubu Daryatmo dikabulkan, dan meminta pihak Kementerian hukum dan HAM untuk membekukan SK yang dipegang OSO.

Atas kemenangan sementara ini, sejumlah Ketua DPC maupun DPD langsung dilakukan pergantian. Hal ini disampikan Ketua DPD Hanura Jatim, Soejadmiko. “Pergantian termasuk Ketua DPC Hanura Surabaya, Edi Rahmat yang digantikan oleh Rohman Hakim,” terangnya pada wartawan, di kantor Hanura, dikawasan Ruko Klampis, Surabaya.

Pergantian ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan DPD Partai Hanura Jawa Timur (Jatim) berdasarkan SK nomor SKEP/19/DPD-HANURA/JTM/III/2018 tentang pemberhentian Edi Rahmat sebagai Ketua DPC Hanura Surabaya dan pengangkatan Rohman Hakim sebagai Ketua DPC Hanura Surabaya masa bakti 2015-2020.

Penerbitan SK DPC pelaksanaannya sesuai ketentuan dalam SK DPP Partai Hanura No. SKEP/002/DPP-HANURA/I/2018 tanggal 25 Januari 2018 tentang Kewenangan penerbitan surat keputusan kepengurusan Partai Hanura. Surat Keputusan itu ditandatangani oleh Soedjatmiko sebagai Ketua DPD Hanura Jatim dan Warsito selaku Sekretaris DPD Partai Hanura Jatim.

Dengan ditetapkannya SK ini, maka SK DPD Partai Hanura Nomor SKEP/147DPP-HANURA/HANURA/IX/2017 tanggal 28 September 2017, tentang reposisi kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Partai Hanura Kota Surabaya masa bakti 2015-2020 dinyatakan tidak berlaku lagi hingga putusan incraht pengadilan.

“Dengan keadaan tersebut, maka perlu diambil langkah-langkah organisasi agar Partai lebih akselaratif dalam menjalankan fungsinya dengan memberhentikan Edi Rahmat sebagai Ketua DPC Partai Hanura Surabaya yang ditetapkan dalam SK DPD Partai Hanura Jawa Timur,” terang Soejadmiko.

Selain Rohman Hakim diangkat menjadi Ketua, Muchenni diangkat menjadi Sekretaris, dan Said Fahmi menjadi Bendahara. “Setelah kepengurusah DPC Partai Hanura Surabaya terbentuk. Kami bergerak cepat membentuk kepengurusan PAC dan ranting. Sekarang, kepengurusan ranting sudah 98 persen,” jelas Soejadmiko.

Sementara, Rohman Hakim pada wartawan mengaku, saat ini DPC Hanura Surabaya masih melakukan konsolidasi ke berbagai pihak, termasuk ke Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim. “Dan ditemui sendiri oleh Kapolda Jatim (Irjen Pol Machfud Arifin), beliau berpesan agar kami mengikuti proses hukum yang dialami DPP Hanura,” urainya.

Upaya lain yang tak kalah penting dilakukan oleh DPC Partai Hanura Surabaya ialah peluncuran kartu perlindungan hukum. Maksudnya, kartu tersebut berfungsi sebagai pendampingan hukum, konsultasi, dan bantuan hukum di Pengadilan jika nanti ada tuntutan hukum yang muncul. “Nanti masyarakat bisa konsultasi dan mendapatkan hukum secara gratis. Kartu perlindungan hukum ini sifatnya umum, dan bagi masyarakat yang mendaftar tidak ditarik biaya,” terang Rohman.

Namun yang pasti, kata Rohman Hakim, bahwa DPC Partai Hanura Surabaya yang dipimpinnya memiliki legalitas yang kuat dan berdasarkan Munas (musyawarah nasional) yang sah. “Sedangkan pihak DPC Hanura Surabaya kepengurusan sebelumnya sudah dibekukan. Jadi, kepengurusan kami yang sah. Dan tidak lama lagi, ada pelantikan seluruh DPC se Jawa Timur. Pelantikan itu akan dihadiri oleh Gus Ipul (Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf),” tutup dia.

Terpisah, Purwanto yang baru menjabat sebagai Wakil Ketua 1 Bidang Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (OKK) DPC Hanura Surabaya berharap, dengan kepengurusan baru Rohman Hakim harapan baru juga tercipta. “Mudah-mudahan ide-ide cemerlang Pak Rohman bisa terwujud,” pungkasnya, Kamis (26/4/2018).

Seperti diketahui, putusan sela di PTUN Jakarta, gugatan kubu Marsekal Madya (Purn) Daryatmo dikabulkan hakim. Hal tersebut berdasarkan SK PTUN tertanggal 19 Maret 2018. (Hyu/Has)

Produk Komputer UNBK Rp 52 Miliar di Hack
Ketua FTI Jatim Terpilih Komandani Pelatnas Asian Games 2018