Minus Kegiatan, KNPI Menonjol Jelang Pemilihan

Oleh: Fajar Isnu, Pendiri Indonesia Election Institute

Minus Kegiatan, KNPI Menonjol Jelang Pemilihan

Potretkota.com - Pemuda dalam kedudukannya memiliki peranan penting sebagai tulang punggung bangsa, harapan bangsa, masa depan bangsa, dan sebagai garda terdepan pembangunan bangsa, baik fisik maupun mental spiritual yang karakter.

Peran pemuda sudah ada sejak dahulu, apalagi setelah ada deklarasi Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, hingga berujung pada Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Dapat dilihat sejak Gerakan Reformasi 1998, pemuda saat itu menempati posisi strategis, baik sebagai pelaku pembangunan maupun penerus masa datang. Pemuda adalah simbol dari idealisme, semangat dan cita-cita sebuah bangsa.

Kita boleh membanggakan apa yang telah diberikan dan dilakukan oleh kaum muda Indonesia pada eranya masing-masing. Mereka-mereka pelapis generasi pewaris dan generasi penerus negara dan bangsa Indonesia. Namun, ada satu hal yang pasti dalam sejarah gerakan kaum muda di Indonesia, yakni semangat kepeloporan. Semangat ini adalah sebuah energi dan daya dorong bagi pembaharuan yang lahir dari kesadaran sosial dan pembaharuan. Karena semangat kepeloporan itu, maka bangunan psikologis yang kritis, skeptis, kaum muda senantiasa berjalan di garda terdepan dalam mengambil prakarsa perubahan dan pembaharuan pembangunan negara Indonesia yang lebih maju dan baik.

Pemuda masa kini sering disebut sebagai Generasi Z, mempunyai pemikiran cemerlang, motivasi tinggi untuk perubahan, keluwesan dalam bergaul, dan berani melakukan terobosan serta inovasi, juga selalu menginginkan hal-hal baru dan mampu berpikir Out of The Box yaitu tantangan pemuda terbesar adalah globalization borderless, globalisasi tanpa batas negara.

Oleh karena itu, nasionalisme pada masa kini, pemuda harus bisa berjiwa kreatif, mandiri, dan berwirausaha berlandaskan aspek spiritual, keilmuan, keterampilan, dan kepercayaan diri. Hal itulah yang dibutuhkan dalam menjawab tantangan ekonomi dan informasi, yang sudah tak lagi mengenal batas negara.

Opini kali ini tentang Komite Nasional Pemuda Indonesia atau lebih populer dengan singkatan KNPI, merupakan organisasi yang menghimpun pemuda Indonesia yang dituntut untuk mengembangkan sikap-sikap kepemudaan yang kritis dan progresif.

Selain itu, sebagai wadah pemuda yang keberadaanya berangkat dari semangat kebersamaan dan persatuan untuk melakukan hal yang bermanfaat sehingga hendaknya bisa menjadi contoh bagi generasi pemuda. KNPI sebagai “rumah besar” seluruh elemen organisasi pemuda harus menyadari bahwa eksistensi dan kesinambungan perjalanan sebuah lembaga tidak akan ada artinya manakala pada saat dibutuhkan peran, kiprah dan kepeduliannya tidak hadir dalam kenyataan.

Jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSDA) KNPI Jawa Timur mendatang, dihadapkan pada tantangan bagaimana memberdayakan dirinya sekaligus menampilkan model generasi muda yang dibutuhkan masyarakat dimasa mendatang.

KNPI Jawa Timur dituntut untuk tidak apriori terhadap elemen apapun baik pemerintah maupun berbagai dinamika ragam potensi kepemudaan di antaranya LSM dan OKP lainnya. Organisasi ini juga harus mampu menyikapi secara obyektif berbagai problem sosial yang terjadi dan menyikapinya secara kritis, korektif dan konstruktif.

Semangat sejarah kepeloporan kaum muda hakikatnya adalah etik perjuangan untuk menegakan kebenaran dan fitrah manusia. Inilah menjadi tanggung jawab kita semua sebagai kaum muda terutama KNPI Jawa Timur sebagai Ormas tempat berhimpunnya kaum pemuda, memiliki tanggung jawab yang sangat besar.

Hal yang harus diperhatikan oleh para aktivis KNPI Jawa Timur di Indonesia dalam menata organisasinya ke depan, yakin harus tanggap atas realitas dan dinamika kepemudaan yang mulai jenuh karena kejenuhan ini sebagai bentuk protes terhadap berbagai realitas sosial seperti, ketidakadilan, KKN dan sebagainya.

Problema tersebut mesti diantisipasi dengan berbagai bentuk dan ragam pemikiran, sikap dan aktivitas. Perlu menyeimbangkan proporsi orientasinya baik orientasi politik, ekonomi maupun kulturalnya.

Tak hanya itu, problem KNPI Jawa Timur yang mendesak mesti dibenahi sebagai jawaban logis dari dinamika internal maupun eksternal. Problem-problem inilah yang menjadi sebab mengapa KNPI Jawa Timur terasa mengalami degradasi peran, meski metabolisme organisasi masih berjalan normal. Maka dari itu, KNPI Jawa Timur harus dapat menjadi sebuah kekuatan pembangunan yang mampu memberikan manfaat bagi bangsa dan negara serta menjadikan pemuda Indonesia sebagai pemuda yang berkarakter, kapasitas dan berdaya-saing tinggi. Jangan minus kegiatan, namun menonjol saat menjelang pemilihan. (*)

Komunitas Gimbal Alas Tanam 3000 Bibit Pohon
Tanpa Megawati HUT PDIP ke 45 Meriah