Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan, Risma Sambut PR Berprestasi

Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan, Risma Sambut PR Berprestasi

Potretkota.com - Mlaku-mlaku Nang Tunjungan kembali digelar, kali ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengemas dalam acara yang berbeda, yakni menjadikan pesta rakyat jadi ajang penghargaan Publik Relation (PR) berprestasi se Indonesia. Tema kali ini yakni “Kepemimpinan yang Menginspirasi”.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang hadir di tengah-tengah ribuan warga, dalam sambutannya mengaku senang, karena jalanan yang dulunya sepi kini menjadi ramai kembali. “Ini dulu kawasan yang sepi. Kini kami bangkitkan dengan Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya, Widodo Suryantoro menyatakan, pihaknya mengemas dalam konsep yang berbeda. “Panggung besar yang pertama akan menjadi tempat hiburan seperti biasanya, dan panggung besar kedua akan menjadi tempat pemberian penghargaan bagi PR Indonesia. Selain itu, ada pula pertunjukan atau hiburan di sela-sela stand,” terang Widodo.

Menurut Widodo, acara Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan dikuti sekitar 150 UKM yang ada di Surabaya. Mereka terdiri dari Pahlawan Ekonomi, Dekranasda, UKM Dinas Koperasi, UKM Dolly, UKM Dinas Perdagangan, UKM Kampung Lawas Maspati, serta mengajak pihak hotel yang akan menyediakan food and beverage. “Seperti biasa, mereka menyediakan makanan khas Surabaya sesuai dengan klasternya masing-masing. Mereka akan menempati 95 meja, setiap meja diisi oleh dua sampai tiga UKM,” terangnya.

Melalui acara ini, lajut Widodo, maka Jalan Tunjungan yang sangat fenomenal akan hidup kembali seperti yang diharapkan Pemkot Surabaya. “Disamping itu, para pelaku UKM di Surabaya bisa mendapatkan pendapatan tambahan dari acara ini, sehingga perekonomian warga terus berputar dan UKM terus terdorong untuk tumbuh,” paparnya.

Adapun yang menarik dari Mlaku-mlaku Nang Tunjungan kali ini adalah, adanya PR award yang digelar oleh PR Indonesia. Founder sekaligus CEO PT. Media Piar Indonesia Asmono Wikan mengatakan kompetisi dan ajang penghargaan PR ini rutin digelar setiap tahunnya. Tahun ini sudah memasuki tahun ketiga. Dua ajang penghargaan sebelumnya di Bali dan baru kali ini digelar di Surabaya.

“Inilah pesta olimpiade paling komprehensif yang dihadirkan untuk mengukur kinerja dan produk humas atau PR selama satu tahun. Kompetisi ini diikuti oleh korporasi dan organisasi baik pemerintah maupun nonpemerintah,” tambahnya.

Tema “Kepemimpinan yang Menginspirasi”, menurut Wikan terinspirasi cara kerja Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam memimpin Kota Surabaya. Kepemimpinan adalah elemen penting yang menentukan keberhasilan suatu organisasi, termasuk di wilayah PR. Tanpa pemimpin yang memahami pentingnya PR dan memberikan ruang strategis kepada tim PR untuk berkembang, mustahil PR dapat memberikan kontribusi optimal. “Itulah alasan kami mengapa acara PR award kali ini digelar di Kota Surabaya. Selain itu, Pemkot Surabaya sudah terkenal dengan PR nya yang sangat bagus,” ungkapnya.

Dalam penghargaan kali ini, delapan kategori yang dinilai, tiga diantaranya adalah kategori baru, yaitu kategori Krisis (Pedoman Krisis, Penanganan Krisis), Manual Tata Kelola Kehumasan, dan Laporan Tahunan (Annual Report dan Sustainability Report).

Sedangkan kategori yang sudah ada sebelumnya meliputi Owned Media (Media Cetak, E-Magazine, dan Video Profile), Kanal Digital (Aplikasi, Website, dan Media Sosial), Program PR (Corporate PR, Government PR, Marketing PR, dan Digital PR), Program CSR (Sustainability Business dan Community Based Development), Departemen PR, dan kategori Terpopuler di Media yang menggandeng PT Isentia.

Asmono menambahkan, sebanyak 16 juri ahli dikerahkan untuk memberikan penilaian obyektif. Proses penjuriannya pun dilakukan secara maraton di kantor PR Indonesia. Para juri pun telah menentukan pemenangnya dan akan diumumkan langsung di acara Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan.

Untuk memperlancar acara ini, Satlantas Polrestabes Surabaya dan Dishub Surabaya melakukan penutupan Jalan Tunjungan. Mereka pun sudah menyiapkan rekayasa arus lalu lintas pada saat acara itu. “Jadi, Jalan Tunjungan akan ditutup total,” kata Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajat.

Berdasarkan rapat koordinasi yang telah dilakukan, rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan diantaranya, arus kendaraan dari arah gemblongan diarahkan ke Genteng Kali atau Praban. Lalu kendaraan dar arah Blauran menuju Siola akan diarahkan ke Jalan Bubutan. “Sementara untuk tamu yang menginap di Hotel Majapahit akan dilewatkan melalui Jalan Gubernur Suryo dan nanti akan ada jalur kontra flow,” pungkas Irvan. (*/Tio)

Proyek Paving Sumber Jaya Ngawur
Konser Indonesia Satu Bentuk PAPPRI Surabaya